ArtikelNasionalNewsPolitik

Dari “Palsu” ke “Asli”, Peneliti Ini Putar Haluan soal Ijazah Jokowi-Gibran

bhegins
×

Dari “Palsu” ke “Asli”, Peneliti Ini Putar Haluan soal Ijazah Jokowi-Gibran

Sebarkan artikel ini
Wakil presiden gibran rakabuming raka melakukan pertemuan dengan peneliti dan ahli digital forensik rismon sianipar di istana 1773386074872
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bertemu dengan Rismon Sianipar di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (13/3/2026). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko)

LOCUSONLINE, JAKARTA – Drama panjang soal keaslian ijazah Presiden ke-7 RI akhirnya memasuki babak yang cukup mengejutkan. Peneliti forensik digital Rismon Sianipar yang sebelumnya keras meragukan dokumen pendidikan milik Joko Widodo dan Gibran Rakabuming Raka kini justru menyatakan hal sebaliknya, bahwa ijazah tersebut asli.

Pernyataan itu disampaikan Rismon setelah melakukan kajian lanjutan terhadap dokumen yang sempat menjadi polemik publik. Ia mengatakan temuan terbarunya akan dijelaskan secara lebih rinci melalui buku yang sedang ia tulis.

tempat.co

Sebelumnya, Rismon sempat memicu perdebatan luas melalui dua buku berjudul Jokowi’s White Paper dan Gibran End Game, yang mempertanyakan keabsahan ijazah kedua tokoh tersebut. Namun setelah mengkaji ulang temuannya selama beberapa bulan terakhir, ia mengaku menemukan sejumlah indikator yang justru menunjukkan dokumen tersebut autentik.

Pengakuan itu disampaikan langsung oleh Rismon saat bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, ia juga menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang sempat muncul.

Menurut Rismon, penelitian terbarunya menemukan sejumlah elemen keamanan dokumen seperti watermark dan fitur emboss yang dinilai konsisten dengan standar dokumen asli. Ia juga menyebut adanya kesesuaian antara dokumen yang diteliti dengan foto ijazah yang sebelumnya diunggah oleh pihak lain sebagai pembanding.

Baca Juga : Dari Menuduh ke Menarik Rem: Peneliti Akui Salah Soal Ijazah Jokowi

Ia menjelaskan bahwa beberapa detail yang sebelumnya tidak terlihat dalam foto dapat dianalisis melalui rekonstruksi digital dengan mempertimbangkan faktor geometri pencahayaan, intensitas cahaya, hingga karakteristik lensa kamera yang digunakan saat gambar diambil.

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow