LOCUSONLINE, GARUT – Di tengah laju teknologi yang makin ngebut, sejumlah profesi manusia mulai masuk daftar pekerjaan yang “rawan digeser mesin.” Era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence membuat berbagai tugas yang dulu identik dengan tenaga manusia kini perlahan dipelajari oleh robot.
Di Amerika Serikat misalnya, raksasa e-commerce Amazon sudah lama memanfaatkan robot di gudang logistiknya. Mesin-mesin tersebut bekerja memindahkan barang, menyortir paket, hingga membantu mempercepat distribusi produk.
Sementara di China, eksperimen teknologi bahkan sudah masuk ke tahap yang lebih ambisius. Di kota Wuhan, sebuah pusat pelatihan robot dikembangkan untuk mengajarkan mesin melakukan pekerjaan sehari-hari, mulai dari membuat kopi hingga membantu pekerjaan rumah tangga.
Inovasi yang lebih mencuri perhatian datang dari dunia ritel. Sebuah perusahaan robotik asal China membuka kios yang sepenuhnya dijalankan robot humanoid alias robot yang dirancang menyerupai manusia.
Perusahaan tersebut adalah Galbot, yang pada Agustus 2025 meluncurkan kios otomatis di Beijing. Mereka menyebutnya sebagai toko pertama yang sepenuhnya dioperasikan oleh humanoid otonom.
Robot yang bertugas menjaga kios tersebut adalah Galbot G‑1, robot berlengan dua yang diluncurkan sejak Juni 2024. Mesin ini dapat bergerak di dalam kios untuk mengambil barang dan menyerahkannya kepada pelanggan pekerjaan yang selama ini biasa dilakukan kasir atau pramuniaga.
Menurut perusahaan, robot tersebut mampu melayani ribuan pelanggan setiap hari. Mulai dari menyapa pembeli, mengambil minuman atau camilan, hingga menyerahkan produk yang dipesan.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”









