LOCUSONLINE, GARUT – Suasana yang biasanya hanya ditemui di ruang rapat pemerintahan mendadak berpindah ke kampung ketika Pemerintah Kabupaten Garut menggelar program Rumaksa Manjang Waluya di Desa Mekarsari, Kecamatan Selaawi, Jumat (13/3/2026).
Program tersebut bukan sekadar agenda pelayanan publik. Pemerintah daerah mencoba memadukan kegiatan administratif dengan misi yang lebih luas untuk mendorong perputaran ekonomi di tingkat desa.
Kegiatan diawali dengan layanan administrasi bagi masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan salat tarawih yang diikuti pejabat daerah dan warga setempat.
Acara tersebut dihadiri Bupati Garut Abdusy Syakur Amin bersama Wakil Bupati Putri Karlina, serta sejumlah pejabat pimpinan tinggi dan administrator di lingkungan pemerintah kabupaten.
Bagian yang paling mencuri perhatian dari kegiatan ini adalah aturan tidak tertulis bagi para pejabat: mereka harus menginap di rumah warga yang kurang mampu.
Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada para pengambil kebijakan mengenai kehidupan sehari-hari warga desa.
Dengan cara ini, pejabat tidak hanya datang memberi sambutan lalu pulang, tetapi juga merasakan suasana kehidupan masyarakat yang mereka layani.
Selama kegiatan berlangsung, para pejabat juga tidak menggunakan kendaraan dinas.
Mobilitas mereka justru mengandalkan jasa ojek pangkalan setempat.
Langkah ini secara tidak langsung meningkatkan pendapatan para pengemudi ojek di desa tersebut.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”











