LOCUSONLINE, GARUT – Suasana khusyuk salat Tarawih di sebuah kampung di Garut mendadak berubah seperti adegan film drama yang salah jadwal tayang. Ketika jemaah sedang khidmat menjalankan ibadah malam Ramadan, sebuah batu justru lebih dulu “datang berjamaah” dengan cara yang tidak diundang.
Insiden itu terjadi di sebuah masjid di Kampung Pasirkacapi, Desa Wanasari, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, pada Sabtu malam (14/3/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Menurut Kapolsek Wanaraja Abusono, peristiwa bermula saat para jemaah sedang menjalankan salat sunah Tarawih. Di tengah suasana ibadah yang tenang, tiba-tiba terdengar suara keras dari arah luar bangunan masjid.
Ketika diperiksa, salah satu kaca masjid ditemukan dalam kondisi pecah. Di dalam ruangan juga ditemukan sebuah batu berukuran cukup besar yang diduga menjadi penyebab kerusakan tersebut.
Meski sempat dikejutkan oleh kejadian tersebut, para jemaah tetap melanjutkan dan menyelesaikan rangkaian salat Tarawih hingga selesai.
Pihak kepolisian kemudian menerima laporan dari warga setempat. Saat kejadian berlangsung, petugas Polsek Wanaraja diketahui sedang melaksanakan kegiatan Tarawih keliling di wilayah kampung lain yang tidak jauh dari lokasi.
Setelah menerima laporan, petugas segera menuju tempat kejadian untuk melakukan pengecekan.
Baca Juga : Serial Korupsi Kuota Haji, KPK Mulai Buka Episode Lanjutan
Dari hasil penelusuran awal, polisi mengidentifikasi pelaku pelemparan batu sebagai seorang pria berusia 37 tahun bernama Riki, warga setempat atau yang biasa disebut “anak kampung sini”.
Pelaku sempat diamankan oleh warga yang berada di sekitar lokasi sebelum akhirnya diserahkan kepada aparat kepolisian.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










