[Locusonline.co] JAKARTA – Pemerintah tengah mematangkan konsep kebijakan Work From Home (WFH) selama satu hari dalam sepekan. Kebijakan ini dirancang sebagai langkah efisiensi anggaran di tengah dampak eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya perang antara Iran dengan Amerika Serikat-Israel, yang memicu lonjakan harga minyak mentah dunia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa teknis pelaksanaan WFH sedang disiapkan dan tidak hanya akan diterapkan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga untuk sektor swasta dan pemerintah daerah (pemda).
“Teknisnya sedang akan disiapkan, karena ini diharapkan juga tidak hanya ASN, tetapi juga swasta dan juga pemda-pemda. Semuanya kita sedang siapkan lagi, nanti sesudah konsepnya sudah matang, kita akan segera informasikan ke publik lebih detail,” kata Airlangga dalam keterangan pers usai menggelar rapat dengan Presiden Prabowo Subianto, Kamis, 19 Maret 2026 .
Alasan: Harga Minyak Meroket dan Menjaga Defisit 3 Persen
Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah membuka opsi fleksibilitas WFH sebagai respons atas meroketnya harga minyak mentah dunia akibat perang di Timur Tengah. Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan untuk menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap di bawah 3 persen.
“Dengan tingginya harga minyak, maka perlu efisiensi daripada waktu kerja. Dimana akan dibuka fleksibilitas untuk work from home, dalam satu hari, dalam lima hari kerja,” ujarnya menerangkan .
Kapan WFH Diterapkan?
Airlangga menyebutkan bahwa penerapan WFH direncanakan setelah Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. Namun, pemerintah belum menetapkan secara pasti kapan kebijakan ini akan dimulai dan berapa lama durasinya. Hal ini akan sangat bergantung pada perkembangan situasi terkini.
“Pasca Lebaran tapi nanti akan kita tentukan waktunya. Nanti kita lihat situasi harga minyak, situasi perang, jadi kita ikuti situasinya,” ujarnya .
Arahan Presiden Prabowo
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menyinggung perlunya penghematan BBM. Dalam sidang kabinet pada Jumat, 13 Maret 2026, Presiden mencontohkan langkah ekstrem yang diambil negara lain, seperti Pakistan, yang bahkan menyamakan situasi saat ini dengan masa pandemi COVID-19. Pakistan memberlakukan WFH di sektor negeri maupun swasta sebagai bagian dari penghematan besar-besaran.
“Umpamanya berapa ASN dan pejabat tidak usah ke kantor, mengurangi macet dan melaksanakan penghematan besar-besaran. Mengurangi hari kerja pun harus kita pertimbangkan dan langkah-langkah penghematan lainnya,” kata Presiden Prabowo dalam sidang Kabinet .
Rangkuman Rencana Kebijakan WFH
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Rencana Kebijakan | WFH 1 hari dalam 5 hari kerja |
| Sasaran | ASN, swasta, dan pemerintah daerah |
| Alasan Utama | Efisiensi anggaran akibat lonjakan harga minyak (imbas perang Iran-AS-Israel) |
| Target Fiskal | Menjaga defisit APBN di bawah 3 persen |
| Waktu Penerapan | Pasca Lebaran 2026 (belum ditetapkan, tergantung situasi) |
| Dasar Arahan | Instruksi Presiden Prabowo untuk penghematan BBM |














