LOCUSONLINE, JAKARTA – Di tengah harga minyak dunia yang menanjak seperti grafik harapan sebelum gajian, pemerintah mulai merancang jurus hemat energi yang tak biasa menyuruh sebagian pekerja tinggal di rumah. Bukan karena libur, melainkan demi mengurangi konsumsi bahan bakar.
Melansir berita KOMPAS.com. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa skema work from home (WFH) satu hari dalam sepekan tengah dikaji sebagai respons atas lonjakan harga energi global yang dipicu konflik Timur Tengah. Logikanya sederhana: semakin sedikit orang ke kantor, semakin sedikit bensin terbakar meski belum tentu pekerjaan ikut terbakar semangatnya.
“Kami membuka fleksibilitas kerja untuk efisiensi,” ujar Airlangga, dalam nada yang terdengar seperti kompromi antara ekonomi dan kenyataan macet ibu kota.
Rencana ini tidak hanya menyasar aparatur sipil negara, tetapi juga diharapkan diikuti sektor swasta dan pemerintah daerah. Dengan kata lain, negara memberi contoh, kalau bisa hemat dari rumah, kenapa harus boros di jalan?
Sementara itu, di sektor yang identik dengan disiplin dan kesiapsiagaan, Kementerian Pertahanan bersama Tentara Nasional Indonesia ikut memainkan nada yang sama yaitu hemat, tapi tetap terlihat sigap. Efisiensi bahan bakar minyak (BBM) dilakukan pada sektor non-operasional, dengan jaminan bahwa pertahanan negara tidak akan ikut “irit” saat dibutuhkan.
Baca Juga : Jalur Kota Lancar Bak Jalan Tol Impian, Limbangan Tetap Jadi ‘Zona Uji Kesabaran’
Kepala Biro Informasi Pertahanan, Rico Ricardo Sirait, menegaskan bahwa langkah ini bukan karena darurat, melainkan bentuk kesiapsiagaan yang “disiplin”. Sebuah frasa yang bisa diartikan: hemat sekarang, berjaga-jaga nanti.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










