[Locusonline.co] Bandung – Gelombang arus balik Lebaran 1447 H di jalur selatan Kabupaten Bandung telah mencapai puncaknya. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung mencatat rekor kepadatan tertinggi pada H+3 Lebaran, dengan jumlah kendaraan yang melintas menuju Bandung mencapai 149.030 unit.
Koordinator Humas Pos Pengamanan Lebaran Dishub Kabupaten Bandung, Ruddy Heryadi, mengungkapkan bahwa angka tersebut menjadi yang tertinggi selama periode arus balik tahun ini. Berdasarkan analisis data, angka tersebut diperkirakan tidak akan terlampaui pada hari-hari berikutnya.
“Kalau dilihat dari data kemarin, sudah menjadi puncak arus balik dengan 149.030 kendaraan melintas. Walaupun ada puncak kedua, jumlahnya tidak akan melampaui jumlah kemarin,” ujarnya di Bandung, Rabu (25/3/2026).
Lonjakan Signifikan Dibanding Tahun Lalu
Ruddy menjelaskan bahwa total kendaraan yang melintasi Nagreg menuju arah Bandung dari H+1 hingga H+4 siang ini mencapai 447.046 kendaraan. Angka ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang hanya tercatat 352.899 unit.Periode Jumlah Kendaraan Menuju Bandung H+1 s.d H+4 2026 447.046 unit H+1 s.d H+4 2025 352.899 unit Peningkatan +26,7%
Dominasi Kendaraan Roda Dua dan Pergerakan Malam Hari

Dua fenomena menarik mewarnai puncak arus balik tahun ini:
1. Didominasi Kendaraan Roda Dua
Sepeda motor masih menjadi pilihan utama pemudik di jalur Nagreg. Ruddy mengungkapkan bahwa kendaraan roda dua mendominasi dengan persentase mencapai 57 hingga 60 persen dari total kendaraan yang melintas.
2. Lonjakan pada Malam Hari
Berbeda dengan pola arus balik tahun-tahun sebelumnya yang cenderung padat sejak siang, tahun ini lonjakan kendaraan justru terjadi pada malam hari, khususnya pukul 18.00 hingga 22.00 WIB.
“Memang terjadi peningkatan signifikan pada malam hari, terutama selepas Magrib hingga menjelang larut malam, dengan rata-rata kendaraan yang melintas cukup tinggi per jam,” jelas Ruddy.
Volume kendaraan pada jam-jam tersebut dapat mencapai sekitar 10.000 unit per jam—suatu angka yang menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang memilih perjalanan malam untuk menghindari panas dan kemacetan siang hari.
Kondisi H+4: Masih Tinggi, Tapi Mulai Menurun
Meskipun puncak arus balik telah terlewati, volume kendaraan di jalur Nagreg hingga Rabu siang (H+4) masih terpantau tinggi. Berdasarkan data pukul 10.00 WIB:Arah Jumlah Kendaraan Menuju Bandung 46.323 unit Menuju Tasikmalaya 27.199 unit
Angka ini menunjukkan bahwa arus lalu lintas masih cukup padat, terutama bagi pemudik yang memilih untuk kembali ke Bandung dan sekitarnya.
Prediksi Gelombang Kedua Arus Balik
Dishub Kabupaten Bandung memprediksi akan terjadi gelombang kedua arus balik pada H+6 (Jumat, 27 Maret 2026). Namun, intensitasnya diperkirakan tidak akan sebesar puncak yang terjadi pada H+3.
Gelombang kedua ini kemungkinan besar didorong oleh:
- Pemudik yang memanfaatkan akhir pekan untuk kembali.
- Wisatawan yang memperpanjang masa liburan ke kawasan wisata seperti Pangandaran, Garut, dan Ciwidey.
Antisipasi dan Imbauan Dishub
Menghadapi masih tingginya volume kendaraan, Dishub Kabupaten Bandung bersama kepolisian terus melakukan sejumlah upaya:
- Penempatan Petugas di Titik Rawan: Personel masih disiagakan di simpang-simpang rawan kemacetan seperti Nagreg, Cileunyi, dan jalur alternatif menuju kawasan wisata.
- Rekayasa Lalu Lintas Situasional: Sistem buka-tutup jalur dan pengalihan arus diberlakukan sesuai kondisi lapangan.
- Monitoring Intensif: Posko pemantauan terus beroperasi 24 jam untuk memantau volume kendaraan dan merespons cepat potensi kemacetan.
Ruddy mengimbau para pemudik yang masih dalam perjalanan untuk tetap mengutamakan keselamatan.
“Bagi yang masih dalam perjalanan, pastikan kondisi fisik prima. Jika lelah, jangan memaksakan diri. Istirahatlah di tempat yang aman. Keselamatan adalah yang utama,” pesannya.
Tips untuk Pemudik yang Masih dalam Perjalanan
Bagi pemudik yang belum kembali atau sedang dalam perjalanan menuju Bandung, berikut beberapa tips yang dapat membantu:
- Hindari Perjalanan Malam Jika Kurang Fit: Meskipun malam cenderung lebih lengang, kelelahan tetap menjadi risiko utama.
- Cek Kondisi Kendaraan: Pastikan rem, ban, dan lampu berfungsi dengan baik.
- Gunakan Aplikasi Navigasi: Pantau kondisi lalu lintas real-time untuk menghindari titik kepadatan.
- Patuhi Arahan Petugas: Rekayasa lalu lintas diterapkan untuk kelancaran bersama.
Puncak arus balik Lebaran 2026 di jalur Nagreg telah tercatat sebagai yang tertinggi dengan 149.030 kendaraan menuju Bandung dalam sehari. Fenomena dominasi kendaraan roda dua dan lonjakan pergerakan malam hari menjadi karakteristik unik tahun ini.
Dengan prediksi gelombang kedua yang lebih rendah, situasi lalu lintas di jalur selatan Kabupaten Bandung diperkirakan akan berangsur normal menjelang akhir pekan. Masyarakat diimbau tetap waspada dan memprioritaskan keselamatan dalam perjalanan. (**)














