InternasionalNewsPolitik

Perang Naik Level: Saat Rudal Jadi Bahasa Diplomasi dan Selat Jadi Sandera Ekonomi Dunia

bhegins
×

Perang Naik Level: Saat Rudal Jadi Bahasa Diplomasi dan Selat Jadi Sandera Ekonomi Dunia

Sebarkan artikel ini
A 69c788b7aa73c
Seorang pendukung Houthi membawa rudal tiruan selama demonstrasi di Sana'a, Yaman, 1 November 2024. (EPA/YAHYA ARHAB)

LOCUSONLINE, GARUT – Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran kini resmi naik kelas dari “tegang regional” menjadi “drama global berjilid-jilid”. Babak terbaru dibuka dengan masuknya kelompok Houthi dari Yaman membuktikan bahwa dalam geopolitik, kalau satu pihak ribut, yang lain biasanya ikut antre.

Keterlibatan Houthi menandai eskalasi konflik yang tidak hanya memperluas peta perang, tetapi juga memperbesar potensi gangguan terhadap ekonomi global, terutama di jalur energi yang selama ini jadi “urat nadi” dunia, bukan sekadar jalur lewat kapal.

tempat.co

Di tengah situasi yang semakin kompleks, Pakistan berinisiatif menjadi tuan rumah pertemuan negara-negara kuat kawasan pada Senin mendatang. Agenda utamanya terdengar mulia, ingin mencari solusi damai. Namun, ironi muncul ketika pihak-pihak yang sedang berperang justru tidak diundang. Diplomasi pun tampak seperti rapat keluarga tanpa anggota yang sedang bertengkar.

Pertemuan tersebut rencananya akan mempertemukan menteri luar negeri dari Arab Saudi, Turki, dan Mesir. Sementara itu, klaim Amerika Serikat soal kemajuan diplomatik terus dipertanyakan, mengingat realitas di lapangan justru berbunyi, rudal masih lebih aktif daripada negosiator.

Mengutip The Guardian. Pada Sabtu, kelompok Houthi menyatakan telah meluncurkan rudal balistik ke target militer sensitif di Israel dan berjanji akan melanjutkan operasi hingga apa yang mereka sebut “agresi” dihentikan. Dengan kata lain, konflik kini punya pemain tambahan yang siap memperpanjang durasi episode.

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow