InternasionalNewsPolitik

No Kings, No Chill: Rakyat AS Turun ke Jalan, Presiden Trump Terancam Gegara Main Perang

bhegins
×

No Kings, No Chill: Rakyat AS Turun ke Jalan, Presiden Trump Terancam Gegara Main Perang

Sebarkan artikel ini
Qbc9j6qbc9j6qbc9
Gambar Ilustrasi AI

LOCUSONLINE, GARUT – Ketika harga hidup naik dan bom turun bersamaan, jutaan warga Amerika Serikat tampaknya memilih satu sikap yakni turun ke jalan dan berkata, “cukup sudah.” Gelombang protes bertajuk No Kings Protest 2026 mengguncang berbagai kota besar, menyasar langsung kebijakan Presiden Donald Trump yang dinilai makin jauh dari kepentingan rakyat.

Dari New York hingga Los Angeles, bahkan sampai negara bagian konservatif seperti Texas dan Florida, massa membawa satu pesan sederhana namun menohok, Amerika bukan kerajaan.

tempat.co

“Di Amerika, kita tidak punya raja,” demikian pernyataan yang terpampang di situs resmi gerakan tersebut menjadi sebuah sindiran telak di tengah gaya kepemimpinan yang oleh sebagian warga dianggap semakin otoriter.

Di lapangan, poster-poster bernada keras menghiasi aksi. Mulai dari kritik terhadap kebijakan imigrasi, lonjakan biaya hidup, hingga keputusan militer yang dinilai sembrono dalam konflik Iran. Beberapa bahkan lebih lugas: “No King. No Trump. Takeover.”

Aksi ini menjadi salah satu demonstrasi terbesar dalam periode kedua pemerintahan Trump, menandakan bahwa ketidakpuasan publik tak lagi bersifat sporadis, melainkan sistemik dan meluas.

Kritik tak hanya datang dari dalam negeri. Komunitas internasional ikut angkat suara setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap Iran sejak 28 Februari lalu sebuah langkah yang memperkeruh stabilitas kawasan Timur Tengah.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres secara terbuka mengecam aksi tersebut. Ia menyebut penggunaan kekuatan militer oleh AS dan Israel, serta balasan Iran, telah “merusak perdamaian dan keamanan internasional.”

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow