[Locusonline.co] BANDUNG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mencatat lonjakan signifikan volume sampah saat malam takbiran Idulfitri 1447 Hijriah. Volume sampah mencapai 438 meter kubik atau setara 208 ton, meningkat sekitar 20 persen dibandingkan Idulfitri tahun sebelumnya.
Kepala DLH Kota Bandung, Darto, menyampaikan bahwa peningkatan ini merupakan pola tahunan yang kerap terjadi selama Ramadan hingga Lebaran. Meski demikian, kondisi penanganan sampah saat ini mulai berangsur normal.
“Pasca Idulfitri hingga H+2, pengangkutan sampah sudah kembali berjalan normal setelah TPA Sarimukti dibuka kembali. Sebelumnya sempat terhenti saat hari H dan H+1 karena libur,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Penumpukan di TPS Binong, Kebon Binatang, dan Kosambi
Akibat kondisi tersebut, sempat terjadi penumpukan di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS). Saat ini, DLH memfokuskan upaya pada pembersihan titik-titik yang mengalami overload, seperti TPS Binong, TPS Kebon Binatang di Jalan Tamansari, serta TPS Kosambi. Proses pembersihan dilakukan menggunakan alat berat agar penanganan bisa berlangsung lebih cepat.
Fluktuasi Volume Sampah di Berbagai Wilayah
Data DLH menunjukkan dinamika volume sampah yang beragam di berbagai wilayah:
- Menurun: Bojonegoro (77 → 60 m³), Cibinjing (127 → 112 m³), Ujungberung (51 → 42 m³)
- Meningkat: Karees (58 → 78 m³), Kordoba (8 → 16 m³), Tegalega (107 → 130 m³)
2.266 Personel dan 423 Armada Disiagakan
DLH mengerahkan total 2.266 personel dan 423 armada yang disebar di 263 titik pantau selama periode H-1 hingga H+2 Lebaran:Periode Personel Armada Titik Pantau H-1 926 127 66 H (Libur) 200 47 17 H+1 445 115 108 H+2 695 134 72
Penyapuan Dimulai Pukul 04.00, Jalanan Bersih Sejak Pagi
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq, menambahkan bahwa strategi operasional juga turut diperkuat, salah satunya dengan memajukan waktu kerja petugas penyapu jalan.
“Penyapuan sekarang dimulai sejak pukul 04.00 pagi, sehingga pukul 06.00 jalanan Kota Bandung sudah bersih saat masyarakat mulai beraktivitas,” jelasnya.
Pengolahan Sampah Berbasis Masyarakat Berdampak Positif
Program pengelolaan sampah organik di tingkat RW dan kelurahan mulai menunjukkan dampak positif. Program ini mampu mengurangi volume sampah yang harus diangkut ke TPS dan TPA.
Hingga saat ini, kondisi kebersihan Kota Bandung dinilai masih terkendali. Tumpukan sampah yang sempat meningkat akibat lonjakan volume dan libur operasional TPA tengah dibersihkan secara bertahap.
Imbauan DLH: Teruskan Kebiasaan Pilah Sampah dari Rumah
DLH mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran dalam pengelolaan sampah dari sumber. Penerapan prinsip reduce, reuse, recycle (3R), pemilahan sampah, serta pengolahan sampah organik di tingkat rumah tangga dinilai menjadi kunci dalam menekan volume sampah ke depannya.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, penanganan sampah pasca Lebaran diharapkan dapat segera sepenuhnya pulih dan kembali terkendali. (**)














