LOCUSONLINE, GARUT – Di kaki Gunung Guntur, sebuah kisah yang seharusnya sederhana dimana seorang remaja mencari serangga berubah menjadi teka-teki yang membuat logika dan imajinasi saling sikut.
Seorang remaja berinisial MR (16), warga Garut, dilaporkan hilang saat mencari serangga jenis tonggeret di kawasan perbukitan Sanghiang, Kampung Cimuncang, Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Minggu (29/3/2026). Namun, yang ditemukan kemudian bukan sekadar anak hilang melainkan potongan cerita yang membuat publik bertanya: ini soal alam, psikologi, atau narasi yang terlalu cepat dilabeli “mistis”?
Kapolsek Tarogong Kaler, Ate Ahmad Hermawan, menjelaskan bahwa MR berangkat sekitar pukul 10.00 WIB bersama kakaknya Ai dan seorang keponakan berusia 13 tahun. Mereka mencari tonggeret serangga yang belakangan naik kasta dari sekadar suara malam menjadi bahan kosmetik dan obat tradisional.
Sekitar pukul 12.00 WIB, rombongan tiba di perkebunan cabai. Di titik ini, cerita mulai kehilangan arah secara harfiah. MR terpisah dari rombongan. Satu jam kemudian, upaya pencarian mandiri gagal, dan keluarga memilih kembali ke permukiman untuk meminta bantuan.
Laporan resmi ke polisi dibuat pada malam hari, sekitar pukul 20.30 WIB. Tim gabungan dari kepolisian, TNI, BPBD, Tagana, hingga warga dikerahkan.
Sekitar pukul 22.00 WIB, kabar datang bahwa MR ditemukan namun bukan di lokasi hilang, melainkan di Kampung Cipepe, Desa Mekargalih yang berbeda kecamatan, dengan akses yang tidak sederhana.
Lebih mengejutkan, MR ditemukan dalam kondisi tanpa pakaian, linglung, dan tidak mampu menjelaskan apa yang terjadi.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










