[Locusonline.co] Bandung – Para pekerja di Sentra Produksi Tahu Cibuntu, Kota Bandung, tampak sibuk menyelesaikan pembuatan tahu di tengah tekanan kenaikan harga bahan baku kedelai impor yang terus meningkat sejak awal April 2026. Harga kedelai impor tercatat naik dari sekitar Rp10.300 menjadi Rp10.600 per kilogram. Bahkan secara umum di wilayah Jawa Barat, harga kedelai kini berada pada kisaran Rp10.200 hingga Rp10.700 per kilogram.
Dampak Kenaikan Harga Kedelai
Kenaikan harga bahan baku berdampak langsung terhadap biaya produksi tahu. Para perajin di Cibuntu kini harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk menjaga keberlangsungan produksi harian. Akibatnya, mereka mengambil langkah cepat dengan menyesuaikan ukuran dan harga jual produk .
| Komoditas | Harga Sebelumnya | Harga Saat Ini | Kenaikan |
|---|---|---|---|
| Kedelai impor | Rp10.300/kg | Rp10.600/kg | +Rp300/kg |
| Tahu per papan | Rp60.000 | Rp62.000 | +Rp2.000 |
Kondisi Serupa di Berbagai Sentra Produksi
Tidak hanya di Cibuntu, kondisi serupa juga terjadi di sejumlah sentra produksi tahu di Jawa Barat seperti Ciparay dan Bekasi . Para perajin menghadapi tekanan yang sama akibat mahalnya harga kedelai serta kenaikan biaya pendukung lain seperti plastik kemasan.
Perbandingan dengan Tahun Sebelumnya
Situasi ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada April 2025, harga kedelai impor masih berada di kisaran Rp9.950 per kilogram . Meski sempat mengalami kenaikan, dampaknya tidak sebesar kondisi saat ini.Periode Harga Kedelai per Kg April 2025 Rp9.950 April 2026 Rp10.600
Penyebab Kenaikan Harga Kedelai
Kenaikan harga kedelai impor tidak terlepas dari dinamika pasar global dan faktor cuaca di negara-negara produsen utama seperti Amerika Serikat dan Brasil. Beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain:Faktor Dampak Gangguan panen Cuaca ekstrem di negara produsen Kenaikan biaya logistik Meningkatnya harga minyak dunia Fluktuasi nilai tukar Pelemahan rupiah terhadap dolar AS Permintaan global Meningkatnya kebutuhan kedelai di berbagai negara
Upaya Perajin Menghadapi Tekanan
Para perajin tahu di Cibuntu dan sentra lainnya terus berupaya bertahan di tengah tekanan kenaikan bahan baku. Beberapa langkah yang diambil antara lain:
- Efisiensi produksi – Mengurangi pemborosan dalam proses produksi
- Penyesuaian ukuran tahu – Memperkecil ukuran tahu tanpa mengurangi kualitas
- Menjalin kerja sama dengan pemasok alternatif – Mencari sumber kedelai dengan harga lebih kompetitif
- Meningkatkan penjualan langsung ke konsumen – Memotong rantai distribusi untuk menjaga margin
Dampak bagi Konsumen
Kenaikan harga tahu per papan sebesar Rp2.000 tentu berdampak pada daya beli masyarakat, terutama bagi mereka yang menjadikan tahu sebagai sumber protein harian yang terjangkau. Namun, para perajin berharap konsumen memahami situasi yang mereka hadapi.
“Kami terpaksa menaikkan harga karena bahan baku naik. Semoga pelanggan maklum,” ujar salah satu perajin di Cibuntu.
Kenaikan harga kedelai impor menjadi tantangan serius bagi industri tahu di Jawa Barat. Para perajin di Cibuntu, Ciparay, dan Bekasi harus beradaptasi dengan menyesuaikan harga jual produk dan melakukan efisiensi produksi. Di sisi lain, konsumen juga harus bersiap menghadapi kenaikan harga tahu sebagai salah satu bahan pangan pokok masyarakat Indonesia.











