LOCUSonline, TANGERANG – Ujian akademik yang seharusnya mengukur kemampuan siswa, rupanya masih harus berhadapan dengan “ujian moral” dari para pengawasnya sendiri. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti akhirnya angkat suara dengan nada yang tak lagi diplomatis.
Dalam peninjauan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMP di Kabupaten Tangerang, Banten, Senin, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pengawas yang “berulah” tidak akan diberi tempat lagi, setidaknya selama dirinya menjabat.
“Pengawas yang macam-macam saya grounding, tidak akan saya pakai,” ujarnya tegas.
Pernyataan ini muncul bukan tanpa sebab. Evaluasi pelaksanaan TKA tahun sebelumnya mengungkap berbagai perilaku pengawas yang justru mencederai integritas ujian. Mulai dari merekam aktivitas peserta, merokok di area ujian, hingga praktik yang lebih “kreatif” seperti membantu mengerjakan soal atau memberi bocoran jawaban.
Fenomena ini seolah membalik fungsi pengawas dari penjaga kejujuran menjadi “asisten akademik ilegal”.
Mendikdasmen menyatakan, pihaknya tidak akan ragu melakukan blacklist terhadap pengawas yang terbukti melanggar aturan. Langkah ini diambil untuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan objektif dan bebas dari intervensi yang tidak semestinya.
“Ini serius, karena kita ingin menanamkan kejujuran kepada anak-anak,” katanya.
Ia juga membuka ruang pelaporan bagi siapa pun yang menemukan pelanggaran di lapangan. Dalam konteks ini, publik dan pihak sekolah diharapkan tidak lagi diam melihat praktik yang mencederai sistem evaluasi pendidikan.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










