LOCUSonline, JAKARTA – Di tengah upaya pemerintah menekan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akibat lonjakan harga minyak dunia, kebijakan work from home (WFH) justru dinilai tidak seefektif yang dibayangkan. Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menyebut, WFH bisa jadi sekadar ilusi penghematan yang ujung-ujungnya tetap boros bahan bakar.
Menurut JK, logika sederhana sering kali kalah oleh realitas sehari-hari. ASN maupun karyawan swasta yang “diparkir” di rumah selama beberapa hari justru berpotensi mengalami kebosanan. Dan ketika bosan, solusi yang diambil bukan diam melainkan keluar rumah.
“Kalau tiga hari di rumah, ya bosan juga. Akhirnya keluar lagi, pakai mobil atau motor. Sama saja,” ujarnya di kediamannya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (5/4/2026). dikutip dari berita KOMPAS
Pernyataan ini secara satir menggambarkan bahwa WFH bisa berubah menjadi “long weekend terselubung” di mana mobilitas tetap terjadi, hanya waktunya yang bergeser.
Alih-alih mengandalkan pembatasan aktivitas semata, JK menilai solusi yang lebih efektif justru terletak pada kebijakan yang lebih “terasa di kantong” pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, ketika harga BBM naik, masyarakat akan berpikir dua kali sebelum menyalakan kendaraan.
“Kalau BBM mahal, orang akan lebih hemat. Itu lebih efektif,” katanya.
Pandangan ini berangkat dari kondisi global, di mana konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel telah mendorong kenaikan harga minyak dunia. Dampaknya, subsidi energi di dalam negeri semakin membengkak.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










