InternasionalNewsPolitik

Trump Ucap “Alhamdulillah” Jadi Bumbu Retorika di Tengah Ancaman Serangan Infrastruktur

bhegins
×

Trump Ucap “Alhamdulillah” Jadi Bumbu Retorika di Tengah Ancaman Serangan Infrastruktur

Sebarkan artikel ini
Generated Image b9g2i2b9g2i2b9g2
Gambar Ilustrasi Generated by Gemini AI

LOCUSonline, GARUT – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memasuki babak yang sulit ditebak atau mungkin justru terlalu mudah ditebak, ancaman dibalas ancaman, dengan bumbu retorika yang makin teatrikal. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan ultimatum keras kepada Teheran agar segera membuka Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia.

Dalam pernyataan terbarunya melalui platform Truth Social pada Minggu (5/4), Trump tidak hanya mengancam, tetapi juga merancang “jadwal simbolik” serangan yang terdengar seperti agenda acara, bukan operasi militer.

tempat.co

“Selasa akan menjadi ‘Hari Pembangkit Listrik’ dan ‘Hari Jembatan’ di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu. Buka selat itu atau kalian akan hidup dalam neraka. Lihat saja! Alhamdulillah,” tulis Trump.

Pernyataan tersebut sontak menuai sorotan global, bukan hanya karena ancaman terhadap infrastruktur sipil seperti pembangkit listrik dan jembatan, tetapi juga karena penggunaan frasa religius “Alhamdulillah” dalam konteks ultimatum militer, sebuah ironi yang sulit diabaikan dalam diplomasi modern.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global. Penutupan atau gangguan di wilayah ini telah berdampak signifikan terhadap stabilitas energi dunia, sekaligus memicu lonjakan harga minyak internasional.

Ancaman terbaru dari Washington ini muncul di tengah laporan intelijen yang menyebut Iran menggunakan taktik “umpan militer” berupa senjata palsu untuk mengecoh serangan Amerika Serikat dan sekutunya. Situasi tersebut membuat efektivitas operasi militer menjadi tanda tanya, sekaligus memperpanjang daftar ketidakpastian dalam konflik ini.

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow