LOCUSonline, GARUT – Militer Amerika Serikat mengklaim berhasil menyelamatkan salah satu awak jet tempur yang ditembak jatuh di wilayah Iran, dalam sebuah operasi yang disebut “rumit” meski jika dilihat dari jumlah kerugian, tampaknya juga cukup mahal.
Presiden AS, Donald Trump, dengan penuh percaya diri mengumumkan keberhasilan tersebut melalui media sosialnya. Ia menyebut awak pesawat F-15 yang terluka berhasil dievakuasi dari pegunungan Iran.
“Kami telah menyelamatkan awak F-15 yang sangat berani,” tulis Trump, seolah menutup cerita dengan nada kemenangan meski detail di lapangan menyisakan banyak tanda tanya.
Insiden bermula pada Jumat (3/4), ketika jet tempur F-15E Strike Eagle milik AS ditembak jatuh di Iran selatan sebuah kejadian langka, mengingat ini pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade pesawat tempur AS jatuh oleh tembakan musuh.
Dua awak berhasil melontarkan diri. Pilot ditemukan lebih dulu, sementara satu awak lainnya sempat dinyatakan hilang, memicu operasi pencarian besar-besaran yang melibatkan pasukan khusus, pesawat tempur, helikopter, hingga badan intelijen CIA.
Menurut laporan media AS, operasi penyelamatan berlangsung dramatis. Awak yang terdampar hanya berbekal pistol dan pelatihan bertahan hidup, bersembunyi di celah pegunungan sambil menghindari deteksi.
CIA disebut berperan penting dalam melacak lokasi korban, bahkan menggunakan taktik pengelabuan dengan menyebarkan informasi palsu untuk mengacaukan pencarian pihak Iran. Sebuah strategi klasik: jika tak bisa cepat, setidaknya bikin lawan bingung.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










