Kamis, 4 Juni 2026

Sosok Ketua DPRD Kota Bekasi H. M Saifuddaullah, SH., MH., M. Pd.I Selalu Berbaik Sangka dan Gemar Olahraga

Photo Author
locusonline, Locusonline.co
- Senin, 27 November 2023 | 15:32 WIB

LOCUSONLINE - Ketua DPRD Kota Bekasi, H. M Saifuddaullah, SH., MH., M. Pd.I merupakan sosok politikus yang dikenal mayoritas kaum intelektual di Kota Bekasi dan Jakarta. Pasalnya, orang nomor satu di DPRD ini bukan politisi karbitan atau politikus dadakan. Dia lahir dibesarkan di dunia akademisi yang syarat dengan prestasi dan kalangan kader dakwah. Perjalanannya di dunia politik tidaklah singkat, ada berbagai tahapan yang telah dilewati sehingga dia dipercaya oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk menjadi salah seorang legislator dan bahkan menjadi Ketua DPRD di Kota Bekasi.

Selain syarat dengan pengalaman dan keilmuan yang mumpuni, khususnya di bidang hukum, pria yang akrab di panggil Bang Haji ini juga merupakan sosok yang penuh dedikasi terhadap kesehatan fisiknya. Sehingga, sebagai pejabat publik, Bang Haji selalu sehat dan bugar. Pada satu kesempatan, Saifuddaullah mengatakan resep hidup sehat dipengaruhi oleh suasana hati yang harus merasa bersyukur sehingga ada rasa bahagia. Selain itu, cara berfikir yang sehat seperti mengedepankan khusnudzon atau selalu berbaik sangka kepada orang lain akan mempengaruhi kesehatan, baik lahir maupun batiniah.

"Kepada siapapun kita harus berbaik sangka. Selain itu, bagi umat muslim, disiplin shalat malam atau Tahajud adalah rumus kesehatan dan kebahagiaan. Sehingga ibadah ini harus menjadi rutinitas. Dan tentu, sebagai manusia kita juga harus rutin beraktivitas olahraga. Dan saya selalu menyempatkan diri untuk berolahraga sepeda," katanya.

Menjadi Nahkoda DPRD Kota Bekasi
Antara Senang dan Tidak Senang


sebagai Ketua DPRD di Kota Bekasi, daerah yang masuk di wilayah area ibukota menjadi tantangan tersendiri bagi politikus PKS yang satu ini. Bisa menduduki kursi Ketua DPRD H. M Saifuddaullah, SH., MH., M. Pd.I mengaku senang dan tidak senang. Alasan merasa senang, karena tentu kedudukan ini banyak diperebutkan banyak orang. Sementara yang membuatnya tidak merasa senang, karena posisi ini merupakan amanah yang menjadi beban. Karena tugas ini adalah perintah yang harus dilakukan dengan sebaik-baiknya, dengan pertanggung jawaban yang langsung dengan maha pencipta.

"Menjadi Ketua DPRD adalah posisi yang banyak diimpikan para politikus, namun amanah ini memiliki pertanggungjawaban bukan hanya kepada manusia saja, tetapi bertanggung jawab kepada Allah Subhanahu Wata'ala, Tuhan semesta alam. Pertanggung jawabannya bukan hanya di dunia tetapi di akhirat juga," tandas politikus yang selalu menunjukan senyumannya ini.

Kendati merasa berat dan harus terbebani oleh jabatannya sebagai Ketua DPRD, tetapi Saifuddaullah mengaku menerima tugas itu dengan iklhas dan lapang dada dan berjanji akan melaksakanannya dengan bersungguh-sungguh. "Ini tugas mulia dari Partai dan saya harus bersungguh-sungguh dalam melaksanakannya," katanya.

Mantan dosen di sejumlah kampus ini selalu menekankan, jabatan harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan jangan sampai disalahgunkana, baik untuk kepentingan pribadi ataupun keluarga. Lembaga perwakilan rakyat harus memberikan kemaslahatan bagi manusia, khususnya untuk warga bekasi. Dan saat ini anggarannya pun luar biasa yakni mencapai Rp 6 Triliun. "Mudah-mudahan ini memberikan kemaslahatan. Bukan hanya konteks infrastruktur saja, tetapi untuk hal lainnya seperti sosial, ekonomi , budaya terlebih pada konteks pendidikan, yang merupakan satu pondasi dalam rangka memupuk, melahirkan dan mencerdaskan generasi hidup anak bangsa," tegasnya.

Perjalanan Menjadi Keluarga Besar PKS


Politikus yang selalu berpenampilan rapih ini pernah ditanya tentang alasannya memilih PKS sebagai roda politiknya. Dan menurutnya, alasannya memilih Partai Keadilan Sejahtera (PKS) karena dipengaruhi oleh spiritnya di masa muda. Dikatakannya, spiritnya sejak muda hingga kini adalah aktif di masjid. Bahkan, sejak duduk di bangku sekolah SMA sudah aktif sebagai rohis masjid. Pada perjalanannya, Saifuddaullah bertemu dengan gerakan dakwah. Walau kemudian berubah menjadi partai, namun tetap dalam spirit dakwah. Pergerakan dakwah menjadi partai dakwah yakni Partai Keadilan Sejahtera. "Sejak awal pun, perjalanan PKS sudah sesuai dengan jenjang dalam proses pendekatan secara visi dan misi. Dan tentu, sesuai dengan apa yang selama ini menjadi harapan dan tujuan," terangnya.

Sementara itu, Saifuddaullah juga menceritakan perjalannya bisa mendapatkan posisi sebagai Ketua DPRD. Menurutnya, tahapan-tahapan di PKS berjalan sesuai dengan mekanisme yang sudah ada sejak partai ini ada, yakni adanya proses pengkaderan. Sehingga kemunculannya di gerbong PKS bukan datang secara kebetulan dan muncul begitu saja tanpa proses. "Saya bisa menjadi kader PKS dan menjadi Ketua DPRD Kota Bekasi merupakan amanah dari partai. Ini tidak terjadi begitu saja, tetapi ada sebuah proses," katanya.

Salah satu perjalanan Ketua DPRD Kota Bekasi, H. M Saifuddaullah menjadi kader PKS diantaranya pernah menjadi Ketua PK Tahun 2000 sampai 2002. Kemudian ia mengaku masuk menjadi pengurus DPD di Pondok Gede, lalu dilantik sebagai Ketua Bidang Kesra dan Kebijakan Publik di DPD PKS Kota Bekasi. Menurutnya, sebelum ada peralihan, dirinya menjadi bagian tim hukum DPD PKS, kemudian diminta bergabung dengan level teratas yakni di DPW PKS. Karirnya di partai besar ini tidak terlepas dari backgroundnya di bidang hukum

"Karena ilmu ini (Ilmu hukum) dibutuhkan dalam perpolitikan, setiap kebijakan politik tentu tidak terlepas dari aspek yuridis dan aspek normatif hukum, sehingga ilmu dibidang hukum ini sangat dibutuhkan partai. Itulah salah satu alasan kenapa saya bisa masuk ke level DPW," tandasnya.

Setelah dipercaya untuk menjadi pengurus di level DPW, Saifuddaullah kemabli ditarik lagi ke DPD sebagai ketua BP3 atau Badan Pemenangan Pemilu dan Pilkada. Menurutnya, disaat duduk sebagai Ketua BP3 inilah perolehan kursi PKS yang awalnya hanya 11 kursi di tahun 2004 mengalami kenaikan yang signifikan. Walaupun ditahun 2009 turun menjadi 10 kursi dan di tahun 2014 turun lagi menjadi 7 kursi, tapi dengan ijin Allah dan kerja keras para kader, infrastruktur dan kepercayaan dari masyarakat, akhirnya kursi PKS di tahun 2019 menjadi 12 kursi.

"Dalam perjalannya, tiga tahun lalu terjadi pergantian pengurus, alhamdulillah saya diberikan kepercayaan sebagai Ketua MPD (Majelis Pertimbangan Daerah) yang tergabung dalam DPTD (Dewan Pembinaan Tinggi Daerah ) yang terdiri dari Ketua DPD, MPD, DED (Dewan Etika Dearah ) dan Bendahara Umum, Sekretaris Umum dan Kaderisasi. Jadi ada 8 termasuk Sekretaris DED dan sekretaris MPD. 8 pimpinan daerah yang kemudian mengawali perjalanan hari ini. Insya Allah sampai tahun 2025, yang dimana diberikan amanah untuk tahun 2024 sebanyak 24 kursi. Ini perjalanan yang luar biasa," ungkapnya bangga.

(Azis)

 

Editor: locusonline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X