Kamis, 4 Juni 2026

Pemda Purwakarta Respon Cepat Bencana Pergerakan Tanah di Panyindangan- Sukatani

Photo Author
locusonline, Locusonline.co
- Sabtu, 20 April 2024 | 11:02 WIB
BPBD Purwakarta saat terjun langsung ke lokasi pergerakan tanah. (Foto istimewa.)
BPBD Purwakarta saat terjun langsung ke lokasi pergerakan tanah. (Foto istimewa.)

LOCUSONLINE, PURWAKARTA - Pergerakan Tanah di Panyindangan. Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, telah mengerahkan alat berat untuk menangani bencana pergerakan tanah yang berlangsung di dua kampung di Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani, Purwakarta. Sabtu, 20/ 4/ 2024

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purwakarta, Heryadi Erlan, menyatakan bahwa penanganan bencana ini harus segera dilakukan karena telah mengakibatkan jalan di desa tersebut tidak dapat dilalui kendaraan.

Heryadi mengungkapkan bahwa pergerakan tanah terjadi di Kampung Cibodas dan Kampung Panyindangan pada Selasa (16/4) dan Kamis (18/4). BPBD telah melakukan peninjauan ke lokasi untuk mendapatkan data yang diperlukan untuk penanganan bencana.

Menurut Heryadi, pergerakan tanah di kedua kampung tersebut disebabkan oleh lokasi yang berada di zona kerentanan gerakan tanah menengah. "Lokasinya berbatasan dengan lembah, sungai, tebing jalan, serta memiliki lereng yang mengalami gangguan," katanya.

Dia menambahkan bahwa kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko pergerakan tanah saat curah hujan tinggi. Jenis pergerakan tanah yang terjadi adalah tipe rayapan, di mana tanah bergerak secara perlahan dan terus-menerus.

Pemicu Pergerakan Tanah


Sementara itu Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan pemicu gerakan tanah di Kampung Cibodas dan Kampung Panyindangan, Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Selasa (16/4) dan Kamis (18/4) pukul 03.00 WIB akibat kondisi susunan lereng yang berubah tajam.

Menurut Fungsional Penyelidik Bumi Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian (ESDM), Oktory Prambada, morfologi menunjukan perubahan kelerengan dari landai langsung curam - terjal.

Selain itu, pemicu lain gerakan tanah ini akibat curah hujan tinggi selama beberapa hari menyebabkan proses penjenuhan air akibat infiltrasi air (hujan) sebagai pemicu gerakan tanah.

"Gerakan tanah pada daerah ini mempunyai material batuan rombakan berupa bongkah bongkah lava dan batulempung yang mendominasi area lembah tidak bisa menyimpan air, hanya meloloskan air, dan bersifat kedap air sehingga pada awal kejadian hanya berupa banjir yang disertai lumpur," tutur Oktory.

Pewarta: Laela

Editor: Red

Editor: locusonline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X