Dia adalah Ndank Ilen, kader senior Ormas Pemuda Pancasila (PP) DPC Kabupaten Garut yang mendirikan ormas lokal Garut bernama DaboRibo yang artinya Damai Boleh Ribut Boleh.
Pemilik nama lengkap Endang ini merupakan warga asli Garut yang memiliki masa kecil yang sangat keras. Kehidupannya di jalanan dihadapkan pada situasi yang serba sulit.
“Diam Ditindas atau Melawan” menjadi istilah umum di kalangan preman. Sehingga sosok preman harus selalu siap dengan berbagai resiko yang dihadapi. Seperti itulah kehidupan Ndak Ilen semasa menjalani hidup di dunia jalanan.
Singkat cerita, Ndank Ilen sukses memimpin lembaga yang ia bangun dengan almarhum Ujang Garen, kakak tercintanya, yang telah lebih dulu meninggalkan dunia jalanan.
Almarhum Ujang Garen adalah salah satu tokoh senior di Kota Intan yang memiliki rekam jejak yang cukup keras. Sosok ini dikenal pemimpin tegas di kalangan para jawara dan para pejabat Garut khususnya.
Sepeninggalnya almarhum Ujang Garen, Ndank Ilen terus melebarkan sayap dan menambah kekuatannya, dengan merekrut banyak anggota. Awalnya, anggota Ormas DaboRibo adalah anak-anak jalanan, yang identik dengan sebutan preman.
Dengan tekad yang kuat, Ndank Ilen membawa masyarakat jalanan menjadi anggota ormas (organisasi kemasyarakatan) melalui sebuah lembaga DaboRibo. Di bawah asuhannya, Ormas DaboRibo melakukan pembinaan dengan tujuan yang mulia.

Trusted source for uncovering corruption scandal and local political drama in Indonesia, with a keen eye on Garut’s governance issues












