LOCUSONLINE, PURWOKERTO – Koordinasi Antar Kementerian Jadi Tantangan Besar Kabinet Merah Putih: Prof. Slamet Rosyadi, pakar kebijakan publik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, menilai bahwa koordinasi antar kementerian akan menjadi tantangan terbesar dalam Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Semakin banyak kementerian, tantangan koordinasinya juga semakin sulit. Ke depannya, tantangan yang dihadapi oleh pemerintah pusat, terutama presiden, untuk mengoordinasi kementerian itu makin besar, ya makin sulit koordinasinya,” katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa, 21 Oktober 2024.
Slamet menjelaskan bahwa tantangan ini juga akan dirasakan oleh pemerintah daerah karena banyaknya kementerian. Perubahan nomenklatur kementerian menuntut penyesuaian nomenklatur organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memudahkan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
“Termasuk juga untuk alokasi sumber daya dari pusat ke daerah. Misalkan kalau ada resources (sumber daya, red.) yang akan dialokasikan ke daerah akan sulit kalau tidak ada nomenklatur yang diakomodasi di daerah,” kata guru besar bidang administrasi pembangunan tersebut.
Slamet mengatakan bahwa pemerintah daerah tidak perlu membuat nomenklatur OPD sesuai dengan jumlah kementerian yang ada, yang mencapai 48 kementerian. Hal ini dapat dilakukan melalui pola rumpun (perumunan) seperti yang telah berjalan selama ini.
