BandungPariwisata

Bandung Kerahkan Strategi Terpadu untuk Tuntaskan Penataan 17 Koridor Wisata

rakyatdemokrasi
×

Bandung Kerahkan Strategi Terpadu untuk Tuntaskan Penataan 17 Koridor Wisata

Sebarkan artikel ini
Bandung Kerahkan Strategi Terpadu untuk Tuntaskan Penataan 17 Koridor Wisata locusonline featured image Feb

[Locusonline.co] Bandung — Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengeluarkan peringatan keras terkait implementasi program beautifikasi 17 koridor wisata utama di kota itu. Dalam evaluasi Triwulan I 2026, Farhan menegaskan bahwa program yang diatur dalam Instruksi Wali Kota Nomor 03/ADBANG-2026 harus menghasilkan perubahan yang nyata dan langsung terlihat di lapangan, bukan hanya sekadar wacana dan laporan administrasi belaka.

“Kita bukan tidak manusiawi. Justru kita ingin mengembalikan mereka ke rumahnya, ke daerah asalnya, dengan pendekatan yang benar,” tegas Wali Kota Farhan, Minggu (1/2).

tempat.co

Fokus Utama: Penanganan PPKS, Kebersihan, dan Penerangan

Dalam arahan evaluasinya, Wali Kota menitikberatkan pada tiga aspek krusial yang masih menjadi tantangan berdasarkan hasil pemantauan lapangan:

  1. Penanganan PPKS (Penyandang Permasalahan Kesejahteraan Sosial): Farhan menyoroti bahwa keberadaan PPKS, khususnya yang tidur di titik-titik strategis seperti Jalan Asia Afrika (ruas Masjid Agung hingga Sudirman) dan Otista, masih menjadi masalah yang menonjol dan tidak boleh dibiarkan.
  2. Kebersihan Mutlak: Farhan menekankan target nol sampah di 17 koridor, terutama pada pagi hari. “Orang mulai keluar rumah jam setengah enam pagi, jangan sampai masih ada sampah,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa citra Kota Bandung akan dinilai dari kondisi koridor-koridor utama ini.
  3. Fungsi Penerangan Jalan Umum (PJU): Meski secara umum kualitas PJU dianggap baik, Jalan Naripan masih memerlukan perhatian khusus. Farhan juga mengingatkan agar keindahan lanskap, seperti pohon peneduh di kawasan Veteran, tidak boleh mengorbankan fungsi utama penerangan jalan.

Strategi Penanganan: Dari Operasi Terpadu Hingga Pengawasan Berkelanjutan

Untuk mengatasi permasalahan ini, Pemkot Bandung telah dan akan menjalankan sejumlah langkah terpadu:

Aspek PenangananStrategi & Aksi NyataInstansi Terkait
Penertiban PPKSOperasi terpadu dini hari (contoh: 16 Januari 2026) dan pendekatan kemanusiaan dengan layanan rehabilitasi. Hasil: 77 orang PPKS dilayani (20 warga Bandung, 57 luar daerah).Dinas Sosial, Satpol PP, DLH, Disdamkarmatan, DP3A
Pengawasan WilayahMenggerakkan Paguyuban Camat untuk aktif melakukan penanganan di semua wilayah, tidak hanya bergantung pada operasi terpadu pusat kota.Seluruh kecamatan
Pemeliharaan PJUPemeliharaan swakelola di berbagai koridor (Juanda, Merdeka, L.L.R.E. Martadinata, Braga, Naripan, Asia Afrika) melalui penggantian lampu dan perbaikan jaringan.Dinas Perhubungan
Monitoring BerkelanjutanPenjangkauan dan pemantauan lanjutan oleh Dinas Sosial di berbagai ruas jalan dan taman kota sepanjang Januari 2026.Dinas Sosial

Visi Jangka Panjang: Wajah Baru Bandung yang Berkelas

Wali Kota Farhan menegaskan bahwa penataan 17 koridor ini bukan proyek sesaat, melainkan investasi jangka panjang untuk mengubah wajah dan citra Kota Bandung. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi tolok ukur langsung bagi publik dan media dalam menilai kualitas tata kota.

“Kalau 17 koridor ini bagus, bersih, terang, dan tertib, maka wajah Kota Bandung akan dinilai dari sana,” imbuh Farhan.

Dengan pendekatan yang mengombinasikan penegakan aturan, layanan sosial, dan perbaikan infrastruktur secara berkelanjutan, Pemkot Bandung bertekad mewujudkan koridor-koridor wisata yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga nyaman, aman, dan tertib bagi seluruh warga dan pengunjung. (**)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow