“Saya hanya mengingatkan bahwa uang itu sudah lama, saya butuh untuk usaha lagi, saya butuh untuk melanjutkan hidup. Tidak punya hati nurani sekali WS,” geramnya.
Pengusaha Konstruksi Lain Mengalami Hal Serupa
Terpisah, seorang pengusaha konstruksi lainnya, yang meminta namanya tidak disebutkan, juga mengaku dijanjikan tiga titik proyek pengaspalan oleh WS namun sampai saat ini tidak terealisasi.
“Jelas saya dirugikan, berapa pun nominalnya tetap merugikan,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa beberapa temannya sesama pengusaha juga menjadi korban serupa.
“Beberapa rekan saya juga dirugikan oleh beliau. Beliau meminta dana dengan janji pekerjaan, tapi pekerjaan malah diberikan kepada orang lain,” ungkapnya.
Pengusaha ini mengaku memiliki bukti percakapan dengan WS terkait komitmen pekerjaan yang dijanjikan.
“Saya memiliki bukti percakapan, tapi untuk yang lainnya saya tidak tahu,” singkatnya.
Pengusaha ini juga menyayangkan bahwa WS mengklaim pokir milik anggota dewan lain.
“Sudah jelas di SIPD dan anggaran bahwa pokir itu milik anggota dewan dari PKS, tapi kenapa diklaim oleh anggota dewan dari PKB? Itu yang sangat disesalkan. Warga pun membenarkan bahwa pokir itu milik Pak Iman Budiman, bukan WS,” jelasnya.
Ketika dikompirmasi melauli Whatsapp oleh media Locusonline.co, WS tidak memberikan jawaban, hingga berita ini diterbitkan, WS belum memberikan tanggapan melalui pesan singkat WhatsApp.
Pewarta: Kamil
Editor: Bhergin

Reporter dari Kabupaten Bandung Barat. Fokus pada isu-isu lokal dan berkomitmen untuk menyajikan berita yang akurat serta bermakna bagi masyarakat.