LOCUSONLINE, GARUT – Tunjukkan Solidaritas Rekan Sejawat: Jelang Idul Fitri tahun 2025, nasib guru honorer di Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengalami ketidakpastian terkait tunjangan hari raya (THR). Pemerintah hanya memberikan THR kepada guru dengan status aparatur sipil negara (ASN), yaitu PNS dan PPPK (P3K).
Namun, di tengah kekecewaan tersebut, terpancar semangat solidaritas di Kecamatan Cihurip. Sebanyak 62 guru honorer di wilayah tersebut menerima “THR” dari rekan sejawat mereka yang berstatus ASN dan P3K.
“Alhamdulillah kendati tidak ada THR ataupun bantuan Hibah dari pemerintah Pusat kepada para Guru Honorer di kecamatan Cihurip Garut, namun perhatian dari para Guru ASN, Kepala Sekolah Dasar dan Korwil Pendidikan Kecamatan Cihurip , masih bisa kami Rasakan, hari ini saya datang ke kantor korwil Pendidkan Cihurip untuk membawa THR , kendati nilainya tidak seberapa , namun kebahagiaan dan Pengakuan kepada kami para pengajar Honorer tetap kami rasakan , alhamdulilah hari ini saya datang ke kantor Korwil Pendidikan untuk membawa THR ujar Guru Honorer yang sudah belasan tahun mengabdi di kecamatan cihurip.”
Baca Juga : Wisata Salegar Sudah Diadukan Ke Bupati dan Satpol PP, Beranikah Menindak Seperti Pada PKL?
Korwil Pendidikan Kecamatan Cihurip, K. Kusnadi, membenarkan bahwa para guru ASN, guru P3K, dan kepala sekolah di Kecamatan Cihurip berbagi kebahagiaan dengan para guru honorer.
“Berkat pak Mulyana selaku K2S , Bu Kokom selaku bendahara dan bu Fatmawati Perwakilan kepala Sekolah , hari ini kami menyalurkan titipan dari para guru ASN dan P3K sekecamatan cihurip , jumlah Guru ASN/ P3K sebanyak 54 Orang , sementara Guru Honorer yang mendapatkan kadeudeuh ” THR” sebanyak 62 orang,” ujar K Kusnadi.
