“Untuk itu, kegiatan pemutakhiran ini dilaksanakan secara bertahap. Tahap pertama berupa kegiatan lapangan di mana petugas dilatih untuk memperbarui peta wilayah dan melakukan geotagging—proses penandaan titik koordinat menggunakan GPS, baik pada batas SLS maupun kawasan konsentrasi ekonomi,” jelas Nevi.
Baca Juga :
KPAD: Komitmen Setengah Jadi untuk Anak yang Sudah Terluka
Tahap kedua adalah pengolahan data hasil temuan lapangan, yang kemudian dijadikan dasar untuk penyusunan cakupan wilayah sensus secara nasional.
Kegiatan pemutakhiran SLS dan kerangka geopasial SE 2026 dilaksanakan di 24 kabupaten/kota di Jawa Barat yang tidak menjalankan kegiatan Pendataan Lengkap Usaha Mikro (PL-UMK) pada tahun 2023. Garut termasuk salah satu daerah yang ditetapkan sebagai wilayah pelaksana kegiatan ini.
Nevi juga menyampaikan pesan dan harapan dari Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, agar SE 2026 menjadi sensus ekonomi paling sukses sepanjang sejarah, dengan indikator utama berupa jangkauan dan cakupan usaha yang terdata secara menyeluruh.
“Sensus ini diharapkan mampu memberikan gambaran utuh tentang lanskap ekonomi nasional hingga ke tingkat lokal, serta menjadi acuan utama dalam pembangunan yang lebih inklusif, berbasis data, dan berkeadilan,” pungkas Nevi. (Bhegin)

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”