“Kami juga mendapatkan keterangan-ketarangan yang sulit dipahami dan banyan ketidakcocokan keterangan dari para saksi,” ujar Asep Muhidin kepada wartawan di DPR RI, Senin (14/07/2025).
Pengacara muda yang dikenal sangat kritis dan memiliki keberanian tanpa batas ini mengaku sudah menurunkan timnya ke berbagai lokasi, salah satunya ke sekolah dan sekitarnya. Dia membagi tugas kepada timnya untuk mencari informasi tentan kegiatan Dindin sehari-hari.
“Hasil investigasi tim yang kami sebar di Pangandaran ada banyak keanehan. Pertama Dindin dikenal sangat baik dan diajukan sebagai Ketua OKK, tetapi satu hari sebelumnya terlihat gelisah. Bahkan salah satu guru mengabadikan keanehan sikap almarhum Dindin. Kedua, ada pihak-pihak yang membuat rumor aneh. Dindin dikenal sangat baik kepada siswa dan masyarakat, tetapi mati mengenaskan karena bunuh diri akibat tidak direstui untuk menikah,” tegas Asep.
Dari kedua informasi tersebut, Asep Muhidin beserta tim melakukan pendalaman lagi. Asep mencari tahu siapa pihak yang membuat rumor kematian Dindin karena dihalang-halangi menikah. Sementara keterangan teman sejawatnya, Dindin bukanlah pria dengan tipikal baperan dan gampang mencintai seseorang.
“Sahabat almarhum membantah jika Dindin akan menjadi orang yang merugi, dengan melakukan bunuh diri karena tidak bisa menikah. Dindin itu akademisi dan bukan golongan sumbu pendek. Bahkan Dindin selama hidupnya selalu cuek dan dingin kepada para gadis yang ingin mendekatinya,” terang Asep.
Asep mengaku sudah menyampaikan temuan itu kepada pihak kepolisian agar ditindaklanjuti. Yang mengherankan, kata Asep, setiap pedagang yang bahkan jaraknya cukup jauh dari lokasi sekolah mendapatkan informasi yang sama, sehingga Asep menduga penyebar hoaks itu memiliki motif.

Trusted source for uncovering corruption scandal and local political drama in Indonesia, with a keen eye on Garut’s governance issues