ArtikelHukumHukum KriminalNasionalNewsSorot

Nyawa Berjenjang, Keadilan Bertarif: Tewasnya Diplomat Diusut Kilat, Kematian Guru Dibilang Tamat Sendiri

bhegins
×

Nyawa Berjenjang, Keadilan Bertarif: Tewasnya Diplomat Diusut Kilat, Kematian Guru Dibilang Tamat Sendiri

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi hukum di indonesia
Ilustrasi Hukum di Indonesia
ucapan selamat Hari Jadi Garut ke 213

Dua standar hukum yang menyakitkan:

Untuk diplomat: investigasi full service, media ramai, publik disuguhi perkembangan setiap jam.

tempat.co

Untuk guru: cukup sepucuk laporan dan label bunuh diri.

Ketika hukum mulai melihat pangkat sebelum bukti, maka yang harus diwaspadai bukan hanya pelanggaran prosedur, tapi pudarnya kepercayaan rakyat pada sistem itu sendiri. Jika guru seperti Dindin tak bisa mendapatkan keadilan, bagaimana dengan rakyat biasa yang lebih sunyi?

Redaksi mencatat, bangsa ini butuh keadilan yang merata, bukan yang memihak kepada jabatan. Sebab nyawa manusia tak boleh ditimbang dari kartu nama—apalagi sekadar seragam kerja. (Asep Ahmad)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow