ArtikelHukumHukum KriminalNasionalNewsSorot

Nyawa Berjenjang, Keadilan Bertarif: Tewasnya Diplomat Diusut Kilat, Kematian Guru Dibilang Tamat Sendiri

bhegins
×

Nyawa Berjenjang, Keadilan Bertarif: Tewasnya Diplomat Diusut Kilat, Kematian Guru Dibilang Tamat Sendiri

Sebarkan artikel ini
Nyawa Berjenjang, Keadilan Bertarif: Tewasnya Diplomat Diusut Kilat, Kematian Guru Dibilang Tamat Sendiri
Ilustrasi Hukum di Indonesia
tempat.co

Dua standar hukum yang menyakitkan:

Untuk diplomat: investigasi full service, media ramai, publik disuguhi perkembangan setiap jam.

Untuk guru: cukup sepucuk laporan dan label bunuh diri.

Ketika hukum mulai melihat pangkat sebelum bukti, maka yang harus diwaspadai bukan hanya pelanggaran prosedur, tapi pudarnya kepercayaan rakyat pada sistem itu sendiri. Jika guru seperti Dindin tak bisa mendapatkan keadilan, bagaimana dengan rakyat biasa yang lebih sunyi?

Redaksi mencatat, bangsa ini butuh keadilan yang merata, bukan yang memihak kepada jabatan. Sebab nyawa manusia tak boleh ditimbang dari kartu nama—apalagi sekadar seragam kerja. (Asep Ahmad)

zonaintegritaspdamtirtaintankabupatenGarut_8001
zonaintegritaspdamtirtaintankabupatenGarut_8004
zonaintegritaspdamtirtaintankabupatenGarut_8005
zonaintegritaspdamtirtaintankabupatenGarut_8002
zonaintegritaspdamtirtaintankabupatenGarut_8003
previous arrow
next arrow

Bergabunglah dengan Tim Jurnalis Kami!

Apakah kamu memiliki passion dalam menulis dan melaporkan berita? Inilah kesempatan emas untuk bergabung dengan situs berita terkemuka kami! Locusonline mencari wartawan berbakat yang siap untuk mengeksplorasi, melaporkan, dan menyampaikan berita terkini dengan akurat dan menarik.

Daftar

🔗 Tunggu apa lagi!

Daftar sekarang dan jadilah bagian dari tim kami!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner-amdk-tirta-intan_3_2
banner-amdk-tirta-intan_3_3
banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow