ArtikelDaerahGarutJawa BaratNewsOpini

Pesta Para Tuan, Kuburan Bagi Rakyat Jelata

bhegins
×

Pesta Para Tuan, Kuburan Bagi Rakyat Jelata

Sebarkan artikel ini
Holil aksan
Holil Aksan Umarzen, Tokoh Garut Utara

“Dalam acara yang disebut “makan gratis”, yang benar-benar gratis adalah nyawa rakyat—dibayar lunas dengan kelalaian struktural,” tegas Holil.

Pesta ini tak lahir dari EO, tapi dari sistem yang membungkam kritik dan menukar keselamatan dengan popularitas. Maka pertanggungjawaban tidak bisa berhenti di vendor, tapi harus menembus meja perencana, pemberi izin, hingga tuan pesta itu sendiri.

tempat.co

“Sebab keadilan bukan hanya soal hukum yang kaku, tapi soal nurani yang hidup. Bila hukum tak mampu menembus gedung pendopo, suara rakyat akan masuk lewat celah-celah logika dan memukul meja kekuasaan dengan tuntutan moral,” paparnya.

Garut bukan panggung sandiwara. Ia tanah perjuangan, bukan ladang pencitraan. Jika tragedi ini hanya ditutup dengan doa dan foto kilas balik, maka jangan salahkan rakyat jika suatu saat mereka tak lagi datang sebagai tamu—melainkan sebagai penggugat

“Ketika pesta dinikmati elite, tapi liang kubur digali rakyat, saat itulah kita tahu siapa yang berpesta, dan siapa yang dikorbankan,” pungkasnya. (Bhegin)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow