Alih-alih memperbaiki kurikulum, meningkatkan kualitas guru, memperluas akses pendidikan gratis, yang terjadi justru: siswa dijadikan pion eksperimental kebijakan populis.
Bahkan, dalam logika ekstrem, satu kepala sekolah dicopot hanya karena membiarkan siswa study tour. Seolah ia mengizinkan pembangkangan negara.
Padahal, masalah utama pendidikan bukan pada jam masuk atau study tour, tapi pada ketimpangan akses, kualitas fasilitas, dan tekanan mental siswa. Tapi tentu, semua itu lebih sulit disorot daripada membuat edaran larangan.
Jawa Barat, Negeri di Mana Sekolah Dimulai Sebelum Ayam Berkokok dan Berakhir Sebelum Bintang Tiba
Jika ini adalah jalan menuju “Generasi Emas Jabar,” mungkin perlu dipastikan dulu: apakah generasi itu benar-benar sedang dibentuk atau justru sedang dikekang?
Dan sementara pemerintah menertibkan anak-anak, siapa yang akan menertibkan kebijakan? (Bhegin)

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”