ArtikelDaerahEkonomiGarutJawa BaratLifestyleNewsPemerintah

Bupati Garut Belajar Menggulung Asa: Tembakau Dijadikan Solusi, Padahal Petani Masih Asap-asapan

bhegins
×

Bupati Garut Belajar Menggulung Asa: Tembakau Dijadikan Solusi, Padahal Petani Masih Asap-asapan

Sebarkan artikel ini
Bupati garut di kudus
Foto Istimewa
ucapan selamat Hari Jadi Garut ke 213

Garut sendiri sebenarnya sudah dipetakan sejak 2021, tapi rupanya peta saja tak cukup. Kini wacana kembali digulirkan: dari memperkuat kelembagaan petani dan pelaku IKM rokok lokal, pelatihan SDM, hingga kolaborasi dengan lembaga riset untuk membuat varietas unggul. Janji manis ini barangkali sudah familiar di telinga petani yang sudah lama hidup dari daun, tapi tetap merasa pahit saat musim panen.

Baca Juga : BPS Jabar Rilis Kemiskinan Turun, Pengangguran Naik: Wajah Ganda Jawa Barat

tempat.co

Imah Alus, Rakyat Lusuh: Ketika Rumah Panggung Menari di Atas Statistik Kemiskinan

Ridwan juga menyebut bahwa produksi tembakau Garut masih di kisaran 1.000–1.500 ton per tahun, tergantung cuaca. Tapi jangan salah, katanya, angka ini masih bisa “ditingkatkan” asal pembinaan dilakukan. Lagi-lagi, kata “asal” jadi kata kunci yang terlalu sering dijadikan tameng untuk ketidakpastian kebijakan.

Uniknya, hasil panen tembakau Garut tak banyak dinikmati warganya. Sebagian besar dikirim ke pabrik rokok di luar kota. Jadi, petani kerja keras, perusahaan besar yang panen hasil. Alur klasik yang tampaknya tak akan terganggu oleh studi tiru sekalipun.

Puncaknya, Bupati Garut Abdusy Syakur ikut hadir dalam rombongan yang berkunjung ke Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau (APHT) Kudus. Sepulang dari sana, ia menyatakan komitmen tentu saja untuk “meningkatkan kesejahteraan petani tembakau”. Janji itu seperti asap rokok: pekat di awal, lalu menghilang perlahan. (Bhegin)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow