Tahun ini, luka itu belum sembuh. Hingga semester I-2025, PSBI kembali merugi Rp1,625 triliun.
Sebagai pemimpin konsorsium, KAI menanggung beban terbesar dengan porsi saham 58,53 persen. Sisanya dipegang Wika (33,36 persen), Jasa Marga (7,08 persen), dan PTPN VIII (1,03 persen) alias gotong royong rugi bersama.
Meski begitu, Prabowo tetap optimistis. Ia menegaskan pemerintah akan menanggung pembayaran utang hingga Rp1,2 triliun per tahun, tanpa perlu rakyat panik.
“Saya tanggung jawab. Tidak ada masalah,” katanya mantap, seolah berbicara kepada angka minus di laporan keuangan.
Jadi, bagi Prabowo, Whoosh bukan sekadar kereta cepat tapi juga ujian kesabaran fiskal. Kalau rakyat bisa sabar menunggu janji reformasi selama dua dekade, mungkin menunggu balik modal Whoosh bukan hal yang mustahil.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”













