Kamis, 4 Juni 2026

Ganti Ahli Gizi? Cucun DPR Usul Pakai Petugas Darat, Nanti Pesawat Jatuh Juga, Kan?

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Selasa, 18 November 2025 | 10:24 WIB


JAKARTA – Sebuah pernyataan dari Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, telah memicu badai protes di kalangan profesional kesehatan, khususnya komunitas ahli gizi. Pernyataan yang dilontarkan dalam sebuah forum konsolidasi terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini dianggap tidak hanya meremehkan, tetapi juga membahayakan esensi dari program yang menjadi cita-cita bangsa.





Cerita ini bermula saat sebuah potongan video viral menunjukkan Cucun menjelaskan adanya usulan untuk "menghilangkan embel-embel ahli gizi" dari program MBG. Usulan ini, menurutnya, justru datang dari para ahli gizi sendiri dalam sebuah forum bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).





"Di forum berkembang ada usulan. Yang mengusulkan justru ahli gizi sendiri. Mereka tidak mau ada embel-embel kalau nanti mau mengubah istilah. Tapi kan itu tidak mungkin, sudah ada di perpres," kata Cucun di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/11/2025).





Cucun menjelaskan bahwa usulan ini sebenarnya adalah respons dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX DPR dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam RDP tersebut, dibahas kelangkaan ahli gizi dan akuntan, sehingga muncul solusi alternatif.





"Awalnya kita itu dari RDP Komisi IX yang mengambil keputusan untuk mencari solusi kelangkaan terkait ahli gizi, akuntan," ucap Cucun.





Namun, yang memicu kemarahan adalah respons Cucun terhadap usulan tersebut. Ia mengancam akan mengganti seluruh profesi ahli gizi jika usulan untuk menghilangkan istilah tersebut terus dikawal.





"'Jangan ada embel-embel lagi ahli gizi'. Saya respons, kalau keinginan demikian, nanti profesi panjenengan semua diganti. Habis. Nanti yang masuk bukan ahli gizi. Itu penjelasan saya," kata dia.


Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X