“Jawa Barat jadi contoh bagi provinsi lain,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana yang juga Ketua Pengcab ITF Purwakarta, Sulaeman Efendi, menyebut Kejurprov ini sudah berada di level “kejurnas rasa premium.
” Dari layout arena sampai tata kelola acara, semuanya naik kelas. “Bahkan lebih rapi dari beberapa kejurnas,” ujarnya tanpa ragu.
Ia juga memuji dukungan Disporaparbud Purwakarta dan KORMI daerah yang memberikan fasilitas hingga dispensasi sekolah bagi atlet muda. Peserta termuda berusia 6–7 tahun, sementara dua peserta senior dewasa ikut menambah warna kompetisi. Sisanya didominasi atlet usia sekolah dari SD sampai SMA.
Keberhasilan Purwakarta meraih Juara Umum I menegaskan posisi mereka sebagai salah satu pusat kekuatan taekwondo masyarakat di Jawa Barat. Kabupaten Bekasi menyusul di posisi dua, disusul Kota Bandung di posisi tiga, dan Kabupaten Karawang di peringkat empat.
Dari Poomsae sampai tag team 3 on 3, partisipasi peserta menunjukkan bahwa ITF semakin berkembang, terutama di Purwakarta yang seolah tidak pernah kehabisan bakat baru. Tahun ini sukses, tahun depan tampaknya tinggal ditambah sound system, confetti, sama panggung artis baru benar-benar setara dengan festival olahraga nasional.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










