[Locusonline.co] Garut — Gedung Pemuda Kabupaten Garut (30/1) menjadi pusat kreativitas digital yang mendunia. Sebanyak 48 developer game, artis, dan desainer muda dari Garut mengikuti Global Game Jam 2026, sebuah maraton pembuatan game internasional yang digelar serentak di berbagai negara selama 48 jam non-stop. Acara yang berlangsung hingga 1 Februari ini menandai langkah strategis Garut dalam peta ekonomi kreatif global, dengan misi utama: mengangkat kearifan lokal melalui medium game.
Game Sebagai Ambassadur Budaya: Dari Garut untuk Dunia
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, dalam pembukaan acara menekankan bahwa momentum ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan peluang untuk mentransformasi kekayaan budaya Garut menjadi aset digital yang mendunia.
“Saya berpesan kepada developer game agar memperbanyak berinteraksi dengan seluruh komunitas yang ada di Kabupaten Garut, termasuk Dewan Kesenian, untuk melihat potensi budaya yang nantinya bisa dituangkan ke dalam game dengan unsur budaya Garut,” ujar Beni.
Pesan ini sejalan dengan arahan pemerintah provinsi. Kepala Bidang Industri Pariwisata Disparbud Provinsi Jawa Barat, Rispiaga, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Global Game Jam di Jawa Barat telah memasuki tahun keempat, dengan target menambah satu kabupaten/kota baru setiap tahunnya. Garut menjadi kabupaten terbaru yang bergabung dalam gerakan global ini.
“Kami ingin game yang dihasilkan dari daerah bisa memiliki kearifan lokal yang dikaitkan dengan Warisan Budaya Tak Benda,” tegas Rispiaga, menegaskan komitmen untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya seperti cerita rakyat, motif batik, kuliner khas, atau tradisi lokal ke dalam narasi dan estetika game.
Maraton Kreatif 48 Jam: Wadah Pembuktian Talenta Muda
Ketua Pelaksana Global Game Jam Garut 2026, Dzulkifli Patra Setiawan, menjelaskan bahwa event ini adalah tantangan kreativitas ekstrem. Para peserta dari berbagai disiplin ilmu—programmer, game artist, sound designer, dan game designer—harus berkolaborasi secara intensif untuk menghasilkan sebuah purwarupa game yang utuh hanya dalam waktu 48 jam.
“Terselenggaranya kegiatan ini bukan sekadar untuk bermain, tetapi sebagai wadah pembuktian bahwa talenta muda Garut memiliki potensi besar dalam sektor Ekonomi Kreatif, khususnya di pengembangan permainan,” jelas Dzulkifli.
Global Game Jam dikenal sebagai inkubator ide-ide segar dan terobosan dalam industri game independen. Tema yang diberikan secara global pada tahun ini akan menjadi tantangan sekaligus inspirasi bagi tim-tim dari Garut untuk berkreasi.
Dampak Strategis: Memperkuat Perekonomian dan Identitas Digital Daerah
Keikutsertaan Garut dalam Global Game Jam 2026 memiliki arti strategis yang lebih luas daripada sekadar sebuah acara. Program ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk:
- Membangun Ekosistem Kreatif Digital: Menciptakan ruang kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku industri kreatif muda.
- Mempromosikan Destinasi Wisata dan Budaya: Game dengan latar atau elemen khas Garut berpotensi menjadi alat promosi pariwisata yang powerful dan menarik bagi generasi muda global.
- Menyiapkan SDM Unggul Masa Depan: Memberikan pengalaman langsung dan jaringan profesional bagi talenta lokal di industri game yang terus berkembang pesat.
Dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Garut, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), serta berbagai mitra komunitas menunjukkan keseriusan dalam menjadikan Garut bukan hanya sebagai produsen komoditas tradisional, tetapi juga sebagai penghasil konten digital kreatif bernilai tinggi. Hasil dari marathon kreatif 48 jam ini dinantikan tidak hanya sebagai game yang fungsional, tetapi sebagai karya yang membawa napas dan jiwa Garut ke layar gadget pemain di seluruh dunia. (**/SM)












