Bisnis

Harta Karun yang Terlupakan: Air India Jual Boeing 737 Berusia 43 Tahun yang Tak Sadar Mereka Miliki

rakyatdemokrasi
×

Harta Karun yang Terlupakan: Air India Jual Boeing 737 Berusia 43 Tahun yang Tak Sadar Mereka Miliki

Sebarkan artikel ini
Harta Karun yang Terlupakan, Air India Jual Boeing 737 Berusia 43 Tahun yang Tak Sadar Mereka Miliki

Hantu Masa Lalu: Penemuan Pesawat yang ‘Hilang’ di Sudut Bandara

[locusonline.co] Dalam sebuah penemuan yang lebih mirip plot film komedi daripada manajemen maskapai profesional, Air India baru-baru ini menemukan sebuah Boeing 737-200 yang ternyata masih menjadi aset mereka—sebuah fakta yang tak disadari oleh manajemen baru selama bertahun-tahun.

Pesawat kargo berkonfigurasi kargo ini telah teronggok dalam keadaan rusak di sudut terpencil Bandara Internasional Netaji Subhas Chandra Bose Kolkata (CCU) selama lebih dari satu dekade. Yang lebih mencengangkan, para pemilik baru Air India—konsorsium Tata Sons dan Singapore Airlines yang mengambil alih maskapai tersebut tiga tahun lalu—baru diberitahu tentang kepemilikan pesawat yang terlupakan ini beberapa pekan lalu.

tempat.co

Misteri VT-EHH: Perjalanan Sebuah Pesawat dari Langit ke Lupa

Setelah penemuan mengejutkan ini, Air India segera melacak sejarah panjang pesawat bernomor registrasi VT-EHH tersebut. Berdasarkan data dari ch-aviation, kisahnya dimulai jauh di masa lalu:

  • 30 Agustus 1981: Melakukan penerbangan uji pertama
  • 8 September 1982: Dikirim ke Indian Airlines (maskapai milik negara yang kemudian merger dengan Air India)
  • 2 Februari 1998 – 4 Juli 2007: Beroperasi di bawah Alliance Air (sebelumnya Air India Regional) untuk penerbangan regional
  • 2007: Dikonversi menjadi pesawat kargo dan dioperasikan untuk India Post
  • Agustus 2007: Akhirnya disimpan dan ‘terlupakan’

Yang menarik, menurut catatan Airfleets, pesawat ini sempat menjalani kehidupan kedua sebagai restoran pada Juli 2019 sebelum akhirnya benar-benar terlupakan.

CEO Terkejut: “Kami Tak Tahu Kami Memilikinya!”

CEO dan Managing Director Air India, Campbell Wilson, mengungkapkan keheranannya dalam komunikasi internal kepada karyawan, seperti dilaporkan The Telegraph India:

“Meskipun pembuangan pesawat tua bukanlah hal yang aneh, yang satu ini berbeda—karena ini adalah pesawat yang bahkan tidak kami ketahui kami miliki sampai baru-baru ini!

Pernyataan ini menyoroti betapa kacaunya sistem pencatatan aset di era sebelum privatisasi, hingga sebuah pesawat sebesar Boeing 737 bisa ‘hilang’ dari catatan.

📊 Tabel: Jejak Hidup Boeing 737-200 yang Terlupakan

PeriodeStatus & PeranKeterangan
1981-1982Pesawat baruDibangun oleh Boeing, serial number 22863
1982-1998Indian AirlinesPenerbangan komersial penumpang
1998-2007Alliance AirPenerbangan regional
2007-2012Air India untuk India PostPesawat kargo, akhirnya disimpan
2019RestoranHidup kedua sebagai tempat makan
2012-2025TerlupakanTidak tercatat dalam aset transfer ke Tata

Spesifikasi Teknis: Mesin Legendaris yang Pernah Perkasa

Peswarat yang terlupakan ini bukanlah sembarang pesawat. VT-EHH ditenagai oleh dua mesin Pratt & Whitney JT8D-17A—mesin legendaris yang menjadi tulang punggung penerbangan komersial di era 1970-an dan 1980-an. Mesin ini dikenal dengan suaranya yang khas dan andal, meski kini sudah dianggap ketinggalan zaman dalam hal efisiensi bahan bakar dan emisi.

Warisan Privatisasi: Aset yang ‘Hilang’ dalam Transisi

Penemuan ini mengungkap celah dalam proses privatisasi Air India. Tampaknya, pesawat ini tidak termasuk dalam catatan aset yang ditransfer ke Tata Group ketika mereka mengambil alih maskapai pelat merah India tersebut. Ini memunculkan pertanyaan: ada berapa banyak lagi ‘harta karun’ atau liabilitas tersembunyi yang belum ditemukan?

Setelah penemuan mengejutkan ini, Air India telah mengambil langkah cepat untuk menjual pesawat tersebut. Nilai penjualannya tidak diungkapkan, namun mengingat usia dan kondisinya, kemungkinan besar dijual sebagai besi tua atau untuk suku cadang.

Kisah Boeing 737 yang terlupakan ini menjadi metafora sempurna untuk transformasi Air India: sebuah maskapai yang berusaha meninggalkan warisan masa lalu yang rumit sambil secara tak terduga menemukan potongan-potongan sejarah yang tersembunyi. Setidaknya, cerita ini memberikan pelajaran berharga dalam manajemen aset—bahwa di era modern, masih mungkin sebuah perusahaan melupakan bahwa mereka memiliki pesawat jet yang terparkir di bandara. (**)


source : simpleflying


Bergabunglah dengan Tim Jurnalis Kami!

Apakah kamu memiliki passion dalam menulis dan melaporkan berita? Inilah kesempatan emas untuk bergabung dengan situs berita terkemuka kami! Locusonline mencari wartawan berbakat yang siap untuk mengeksplorasi, melaporkan, dan menyampaikan berita terkini dengan akurat dan menarik.

Daftar

🔗 Tunggu apa lagi!

Daftar sekarang dan jadilah bagian dari tim kami!

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow