BandungNews

“Perang” 500 Meter Kubik Sampah di Ciwastra: Truk-truk Kewalahan Melawan Gunung Limbah

rakyatdemokrasi
×

“Perang” 500 Meter Kubik Sampah di Ciwastra: Truk-truk Kewalahan Melawan Gunung Limbah

Sebarkan artikel ini
Perang 500 Meter Kubik Sampah di Ciwastra, Truk truk Kewalahan Melawan Gunung Limbah

TPS Ciwastra Kolaps: Sampah Membukit, Kuota Pengangkutan Kewalahan

[locusonline.co, BANDUNG] Sebuah krisis sampah dalam skala mini terjadi di TPS Pasar Ciwastra, Bandung. Gunungan sampah setinggi 500 meter kubik—volume yang setara dengan kira-kira 25 truk tronton—membuat tempat pembuangan sementara itu kolaps dan over kapasitas.

Kepala Zona Kordoba, Ade Saepudin, mengonfirmasi kondisi darurat ini di lokasi, Jumat (21/11/2025). “Kawasan tersebut ini over kapasitas, bisa sampai 500 meter kubik. Sampah yang masuk ke TPS lebih banyak dari yang keluar karena adanya kuota pengangkutan,” jelas Ade, menyoroti akar masalahnya: ketidakseimbangan antara sampah yang masuk dan yang bisa diangkut.

tempat.co

Pantauan lapangan menunjukkan hanya 4 armada truk tronton yang bertugas melahap gunungan sampah tersebut. Dengan kapasitas angkut 25–28 meter kubik per truk, matematika sederhana ini menjelaskan mengapa proses pembersihan harus dilakukan secara bertahap dan memakan waktu lama.

📊 Tabel: Anatomi Krisis Sampah Ciwastra dalam Angka

Aspek KrisisData & VolumeKontekstual & Dampak
Volume Sampah Menumpuk500 meter kubikSetara dengan memenuhi 20 truk tronton penuh.
Armada Pengangkut Aktif4 truk trontonJumlah terbatas untuk menanggapi volume besar.
Kapasitas Angkut per Truk25–28 m³ sekali jalanMembutuhkan lebih dari 18 rit untuk membersihkan total.
Inti MasalahSampah masuk > Sampah keluarSistem kewalahan oleh volume harian yang tinggi.

Dilema Kuota vs Konsumsi: Sebuah Lingkaran Setan Sampah

Tumpukan sampah di Ciwastra

Krisis di Ciwastra adalah potret nyata dari dilema pengelolaan sampah perkotaan. Di satu sisi, ada kuota pengangkutan yang terbatas, ditentukan oleh kapasitas TPA Sarimukti yang juga sudah sesak. Di sisi lain, konsumsi dan produksi sampah masyarakat terus mengalir deras tanpa jeda.

“Kalau semuanya langsung dibuang begitu saja, pemerintah kota akan tetap kewalahan. Kita harus ubah cara kelola sampah mulai dari rumah,” seru Ade, menekankan bahwa solusi jangka panjang tidak terletak pada menambah truk, tetapi pada mengurang aliran sampah dari sumbernya.

Seruan Kepada Warga: Dari Penonton Menjadi Pahlawan Penyelamat

Ade Saepudin tidak hanya menyampaikan laporan, tetapi juga meluncurkan seruan mendesak kepada seluruh warga Bandung. “Kami mohon bantuan masyarakat. Jangan hanya mengandalkan pemerintah kota. Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga, dari RT dan RW,” pintanya.

Ajakan ini dilengkapi dengan panduan praktis: “Pilah sampah yang masih bisa dimanfaatkan atau dijual. Sisanya baru dibuang sebagai residu ke TPS.” Strategi sederhana ini, jika dilakukan secara massal, bisa meringankan beban TPS secara signifikan.

Solusi Berlapis: Dari Dapur Warga hingga Kebijakan Kota

Pemkot Bandung memahami bahwa krisis sampah tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan satu dimensi. Mereka mengajak seluruh warga untuk berkolaborasi dalam sebuah gerakan kebersihan yang berkelanjutan melalui:

  1. Pemilahan Sampah dari Sumber: Memisahkan organik, anorganik, dan residu langsung dari rumah.
  2. Pengurangan Sampah Harian: Mengurangi penggunaan barang sekali pakai dan berbelanja lebih bijak.
  3. Dukungan pada Program Wilayah: Aktif dalam bank sampah, komposting, atau program sejenis di tingkat RT/RW.

“Tanpa pemilahan dari sumbernya, TPS mana pun akan terus kewalahan,” tegas Ade, mengingatkan bahwa tanpa perubahan perilaku kolektif, pemandangan seperti di TPS Ciwastra akan terus terulang di titik-titik lain.

Krisis 500 meter kubik sampah di Ciwastra adalah alarm keras. Ini bukan sekadar tentang sampah yang menumpuk, tetapi tentang sistem pengelolaan yang sudah mencapai batasnya. Pilihan ada di tangan warga Bandung: terus menjadi bagian dari masalah, atau beralih menjadi pahlawan solusi yang dimulai dari memilah sampah di dapur masing-masing. (**)


Bergabunglah dengan Tim Jurnalis Kami!

Apakah kamu memiliki passion dalam menulis dan melaporkan berita? Inilah kesempatan emas untuk bergabung dengan situs berita terkemuka kami! Locusonline mencari wartawan berbakat yang siap untuk mengeksplorasi, melaporkan, dan menyampaikan berita terkini dengan akurat dan menarik.

Daftar

🔗 Tunggu apa lagi!

Daftar sekarang dan jadilah bagian dari tim kami!

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow