Setelah karier gemilang di perbankan konvensional, seorang bankir kawakan justru memilih tantangan baru: membangun bank digital dari nol untuk menyentuh “lapisan terbawah” masyarakat.
[locusonline.co] Tigor M. Siahaan adalah salah satu nama yang paling dihormati dalam lanskap perbankan Indonesia. Dengan lebih dari 30 tahun pengalaman di industri keuangan, pria kelahiran Jakarta, 26 Oktober 1971 ini memutuskan untuk mengambil tantangan terbesar dalam kariernya dengan memimpin Superbank, salah satu bank digital pertama di Indonesia, sejak 1 Januari 2022.
Perjalanannya dari bankir konvensional ke pionir digital mencerminkan visinya yang unik tentang inklusi keuangan dan masa depan perbankan di Indonesia.
Jejak Pendidikan dan Awal Karier
Pondasi akademik Tigor dibangun dengan kokoh di institusi terkemuka:
- Gelar ganda dalam Keuangan dan Akuntansi dari University of Virginia, Amerika Serikat
- IMD BPSE Program (Breakthrough Program for Senior Executives) di Lausanne, Swiss (2007)
Karier profesionalnya dimulai sebagai Management Associate di Citi Indonesia pada 1995 , posisi yang menjadi batu loncatan bagi perjalanan panjangnya di dunia keuangan.
Dua Dekade Membangun Reputasi di Citi
Selama 20 tahun membangun karier di Citi Indonesia, Tigor menapaki berbagai posisi strategis secara konsisten:
- Country Risk Manager (2003-2004)
- Head of Corporate and Investment Banking (2004-2008)
- Country Head for Institutional Clients Group (2008-2011)
Puncak kariernya di Citi adalah ketika diangkat sebagai Chief Country Officer Citi Indonesia pada 2011, menjadikannya orang Indonesia pertama yang menduduki posisi prestisius tersebut.
Memimpin CIMB Niaga dan Pencapaian Gemilang
Setelah dua dekade mengabdi di Citi, Tigor mengambil tantangan baru sebagai Presiden Direktur dan CEO PT Bank CIMB Niaga Tbk dari tahun 2015 hingga 2021 . Di bawah kepemimpinannya, CIMB Niaga mengukuhkan posisinya sebagai salah satu bank terkemuka di Indonesia dengan kinerja yang solid.
Titik Balik: Beralih ke Perbankan Digital
Meskipun telah mapan di perbankan konvensional, Tigor justru memilih untuk meninggalkan zona nyaman pada 2021. Ia memutuskan untuk mengambil peran sebagai Presiden Direktur Superbank, sebuah tantangan yang sama sekali berbeda .
“Saya telah mengelola dan menjalankan sejumlah bank dalam karier saya, tetapi saya belum pernah membangun satu dari awal,” ujarnya mengenai pengalaman barunya ini.
Filosofi dan Visi Kepemimpinan
Dalam perjalanan kariernya, Tigor memegang prinsip-prinsip fundamental:
- Percaya pada pembelajaran terus-menerus: “Saya belajar banyak sekali sejak join di Superbank ini,” katanya
- Perhitungan risiko yang matang: “Banking is about risk taking, bukan avoiding,” tegasnya
- Tetap positif menghadapi tantangan: “Hidup itu up and down… penting untuk tetap positif menyelesaikan masalah“
Misi Sosial Superbank: Melayani Kaum Underbanked
Motivasi terbesar Tigor bergabung dengan Superbank adalah misi sosial dan finansial yang diusungnya. Ia melihat peluang besar dalam melayani segmen masyarakat yang selama ini terabaikan oleh perbankan konvensional .
“The bottom of the pyramid is very important to us because the more opportunity you give them, the multiplier for the country is bigger,” paparnya.
Ia menyoroti fakta bahwa rasio kredit terhadap PDB Indonesia masih berada di kisaran 40%, salah satu yang terendah di Asia, sementara di negara lain bisa lebih dari 100% . Di balik angka ini, terdapat lebih dari 60 juta usaha mikro yang kesulitan mengakses layanan keuangan formal.
Jejaring Organisasi dan Pengabdian Industri
Di luar karier profesional, Tigor aktif dalam berbagai organisasi yang membentuk ekosistem keuangan Indonesia:
- Wakil Ketua Umum PERBANAS (sejak 2016)
- Ketua Bidang Kebijakan Moneter dan Jasa Keuangan KADIN (periode 2021-2026)
- Wakil Ketua Umum Ikatan Bankir Indonesia (IBI) (periode 2019-2023)
- Mentor di Endeavor Indonesia (sejak 2012)
Tantangan Membangun Superbank dari Nol
Membangun bank digital dari awal menghadirkan tantangan unik. Tigor mengakui harus “meletakkan segala sesuatu di tempat, termasuk merekrut tim penuh” . Proses ini membutuhkan perpaduan mindset antara teknologi dan perbankan yang tidak mudah.
Sekilas tentang Superbank
Superbank merupakan transformasi dari PT Bank Fama International yang telah berdiri sejak 1993 di Bandung . Bank ini memasuki era baru ketika menjadi bagian dari Emtek Group pada akhir 2021, diikuti Grab dan Singtel pada awal 2022.
Model bisnis unik Superbank memanfaatkan ekosistem yang dimiliki oleh pemegang sahamnya, memungkinkan akses ke jutaan pengguna yang sudah ada . Salah satu terobosannya adalah memungkinkan pengguna membuka rekening, menabung, dan menggunakan rekening sebagai metode pembayaran langsung di aplikasi Grab tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan.
Penutup: Legacy di Masa Depan Perbankan Indonesia
Perjalanan Tigor Siahaan dari puncak karier di perbankan konvensional ke dunia startup bank digital merefleksikan visi yang lebih besar. Bagi Tigor, Superbank bukan sekadar tantangan profesional, melainkan kesempatan untuk menciptakan dampak sosial dengan membawa akses keuangan kepada mereka yang selama ini terpinggirkan.
“Saya melihatnya sebagai kesempatan yang besar untuk memberikan peluang kepada orang yang underbank untuk naik kelas,” tuturnya tentang motivasi di balik keputusannya yang berani ini. (**)











