[Locusonline.co] SINGAPURA – Traveloka, unicorn teknologi perjalanan asal Indonesia, mengonfirmasi telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai bagian dari program "evolusi tenaga kerja yang berfokus pada kapabilitas, teknologi, dan pertumbuhan."
Meski jumlah karyawan yang terdampak tidak diungkap secara rinci, langkah ini menandai babak baru dalam strategi perusahaan untuk mempercepat momentum bisnis pasca pemindahan kantor pusatnya ke Singapura.
Restrukturisasi untuk Fokus dan Efisiensi
Melalui pernyataan resmi kepada media, juru bicara Traveloka mengakui bahwa keputusan restrukturisasi ini memang berat, namun diperlukan untuk masa depan perusahaan.
"Keputusan-keputusan ini memang sulit dan melibatkan pengurangan peran, tetapi hal ini memungkinkan kami untuk berinvestasi di area yang paling penting bagi pelanggan dan pertumbuhan jangka panjang," ujar juru bicara tersebut.
Perusahaan menekankan bahwa mereka akan tetap melanjutkan proses rekrutmen untuk berbagai peran, terutama di bidang kecerdasan buatan (AI), data, produk, dan teknik. Bagi karyawan yang terdampak, Traveloka berjanji memberikan dukungan selama masa transisi.
Momentum 2026: Fondasi Telah Dibangun
Restrukturisasi ini sejalan dengan visi CEO Traveloka Ferry Unardi untuk tahun 2026. Dalam laporan akhir tahun untuk WiT, Unardi memilih kata "momentum" untuk menggambarkan tahun ini.
"Kami telah membangun fondasinya; sekarang tim kami perlu mengubahnya menjadi akselerasi," jelas Unardi.