Kapolres menambahkan bahwa tindakan Sarim mencerminkan esensi tugas kepolisian.
“Polisi bukan sekadar profesi. Ini janji untuk melindungi, melayani, dan mengayomi,” tegasnya.
Aksi heroik Sarim langsung menuai pujian dari warga. Di tengah banyaknya kasus viral soal aparat, momen ini menjadi pengingat bahwa masih banyak personel yang responsif dan hadir di saat paling genting.
Warga sekitar sepakat: pagi itu, Purwakarta punya “bidan” paling tak terduga berpakaian dinas, bersepatu boots, dan sigap tanpa ragu.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”











