Bisnis

INET: Saham ‘Game’ yang Harganya Level Up 800%, Tapi Pemainnya Pusing Cari Tombol Pause

rakyatdemokrasi
×

INET: Saham ‘Game’ yang Harganya Level Up 800%, Tapi Pemainnya Pusing Cari Tombol Pause

Sebarkan artikel ini
INET, Saham 'Game' yang Harganya Level Up 800%, Tapi Pemainnya Pusing Cari Tombol Pause locusonline featured image

Analisis Pergerakan Saham INET Hari Ini

[locusonline.co] Berdasarkan data perdagangan terkini, saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) ditutup pada harga Rp 705 per saham pada 26 November 2025, menguat 4.44% dalam satu hari dengan volume perdagangan mencapai 1,56 miliar saham . Kinerja ini melanjutkan tren bullish yang terjadi sejak awal November 2025, di mana harga saham sempat menyentuh level Rp 745 dan menunjukkan volatilitas tinggi dengan kisaran harga harian antara Rp 595–745 . Secara year-to-date (YTD), saham INET telah mencetak keuntungan fenomenal sebesar 817.81%, menjadikannya salah satu saham dengan performa terbaik di Bursa Efek Indonesia sepanjang 2025 .

Faktor Pendukung dan Aksi Korporasi

  1. Rencana Akuisisi Strategis 60% Saham THC:
    INET sedang dalam proses akuisisi 60% saham PT Trans Hybrid Communication (THC), sebuah penyedia infrastruktur jaringan fiber optik dan solusi digital yang telah berdiri sejak 2006 . THC memiliki portofolio lengkap dengan lisensi dari Kominfo, melayani lebih dari 250 klien korporasi seperti Telkom, Indosat, dan Bank Mandiri, serta memiliki jangkauan internasional ke Singapura, Malaysia, dan Hong Kong . Akuisisi ini diharapkan memperkuat sinergi bisnis infrastruktur digital INET, khususnya di segmen cloud, data center, dan layanan FTTH .
  2. Rights Issue dan Ekspansi Jaringan FTTH:
    Perusahaan berencana menggelar rights issue dengan menerbitkan 12,8 miliar saham baru pada harga Rp 250 per saham, yang berpotensi menghimpun dana segar hingga Rp 3,2 triliun . Sebagian besar dana ini akan dialokasikan untuk pembangunan jaringan FTTH berbasis teknologi Wi-Fi 7 di Bali dan Lombok, menargetkan 2 juta homepass . Langkah ini sejalan dengan strategi ekspansi agresif INET untuk merebut pangsa pasar infrastruktur digital nasional.

Risiko dan Tantangan Ke Depan

  • Dilusi Kepemilikan Saham: Rights issue berisiko menyebabkan dilusi kepemilikan saham lama hingga 57,14% jika tidak diikuti partisipasi pemegang saham existing .
  • Volatilitas Harga dan Sentimen Pasar: Komentar investor di platform sosial mencerminkan kekhawatiran atas potensi overvaluation dan jadwal rights issue yang memicu fluktuasi harga .
  • Integrasi Pasca-Akuisisi: Kesuksesan akuisisi THC bergantung pada kemampuan INET dalam mengintegrasikan operasional dan teknologi kedua perusahaan .

Outlook dan Rekomendasi untuk Investor

Prospek jangka panjang INET didukung oleh pertumbuhan industri infrastruktur digital Indonesia yang masih cerah, namun investor perlu mencermati:

tempat.co
  • Kelanjutan Akuisisi THC: Proses due diligence dan persetujuan regulator akan menjadi katalis positif jika berjalan lancar .
  • Efektivitas Penggunaan Dana Rights Issue: Realisasi pembangunan jaringan FTTH dan kontribusinya terhadap pendapatan perlu dipantau .
  • Stabilitas Harga Pasca-Rights Issue: Harga saham berpotensi mengalami koreksi jangka pendek akibat peningkatan jumlah saham yang beredar.

Artikel ini disusun berdasarkan data perdagangan real-time dan laporan korporasi resmi. Investor disarankan untuk melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi. (**)


Bergabunglah dengan Tim Jurnalis Kami!

Apakah kamu memiliki passion dalam menulis dan melaporkan berita? Inilah kesempatan emas untuk bergabung dengan situs berita terkemuka kami! Locusonline mencari wartawan berbakat yang siap untuk mengeksplorasi, melaporkan, dan menyampaikan berita terkini dengan akurat dan menarik.

Daftar

🔗 Tunggu apa lagi!

Daftar sekarang dan jadilah bagian dari tim kami!

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow