LOCUSONLINE, GARUT – Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 dan HUT ke-80 PGRI di Aula PGRI Kecamatan Malangbong pada Rabu, 26 November 2025, dikemas meriah. Unsur Forkopimcam hadir, aula penuh, dan tema besar “Guru Bermutu Indonesia Maju” terpampang seperti janji masa depan pendidikan yang sudah dekat. Namun di balik panggung yang rapi, muncul sederet pertanyaan: apakah kualitas guru benar-benar naik, atau sekadar perayaan tahunan yang sibuk dengan seremoni?
Ketua PGRI Cabang Kecamatan Malangbong, Dadang, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun kolaborasi seluruh unsur PGRI dan semua jenjang pendidikan untuk menuju “Indonesia emas”. Struktur kalimat yang terdengar optimistis itu memang akrab dalam pidato organisasitetapi realisasi di lapangan tidak sesederhana slogannya.
Dadang menekankan pentingnya guru memiliki kualifikasi baik dan kemampuan mengikuti perkembangan era digital. Guru dituntut memahami teknologi, ilmu pengetahuan, hingga metode pembelajaran mutakhir. Pernyataan yang sama telah diulang pemerintah dari tahun ke tahun, namun prasarana di sekolah terutama di wilayah non-perkotaan sering tertinggal jauh dari tuntutannya.
Dalam acara tersebut, PGRI Malangbong menggelar kegiatan olahraga, seni, dan akademik. Ada pula Lomba Cerdas Cermat (LCC) antarguru dengan materi regulasi kependidikan, kurikulum, pembelajaran mendalam, hingga tujuh kebiasaan Gerakan Anak Indonesia Hebat. Materi yang dalam teori memang perlu dikuasai guru, tetapi sekaligus membuka ironi: banyak guru justru masih kesulitan mengakses pelatihan berkualitas.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










