Namun demikian, kegiatan semacam ini membutuhkan dukungan berkelanjutan. Penguatan pendidikan karakter tidak cukup diserahkan pada momen perayaan tahunan. Sinergi sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi prasyarat agar pembiasaan nilai tidak berhenti pada kegiatan simbolis. Anak-anak yang dikenalkan pada ibadah haji hari ini harus tumbuh dalam ekosistem yang memungkinkan mereka mempraktikkan disiplin, empati, dan tanggung jawab dalam keseharian.
Harapan panitia agar para peserta kelak benar-benar menunaikan ibadah haji tentu mulia. Lebih dari itu, yang perlu dijaga adalah pembentukan generasi yang berbakti kepada orang tua, berguna bagi agama, serta berkontribusi bagi negara. Dalam konteks inilah, kegiatan edukatif sederhana dapat memberi dampak jangka panjang jika dibingkai sebagai bagian dari proses pendidikan yang utuh.
Di tengah tantangan moral dan sosial yang kian kompleks, setiap inisiatif yang menanamkan nilai sejak dini perlu diapresiasi. Pada akhirnya, membangun karakter bangsa tidak dimulai di podium-podium besar, melainkan dari langkah-langkah kecil yang diperkenalkan kepada anak-anak. Dari sinilah masa depan dirajut.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










