“Pabrik baru sudah pasti berdiri tetapi nasib tenaga kerja? Itu tergantung siapa yang lebih dulu datang investornya, hujan deras, atau inspeksi dari dinas ketenagakerjaan yang selalu muncul seperti tamu lebaran, jarang tapi penuh formalitas.”
LOCUSONLINE, GARUT – Bupati Garut Abdusy Syakur Amin kembali mengumumkan kabar manis soal pembangunan pabrik baru Garut yang, menurut kalkulasinya, akan menyerap 3.000 tenaga kerja pada 2026. Sebuah angka yang selalu terdengar mulia setidaknya sampai masyarakat sadar bahwa lowongan kerja lebih cepat mendarat dibanding transparansi rencana pembangunannya.
Pernyataan optimis itu disampaikan dalam pertemuan dengan manajemen PT Changshin Reksa Jaya di Pendopo Garut pada Selasa (25/11/2025). Pertemuan yang penuh senyum maklum, yang dibahas adalah investasi, bukan nasib buruh kontrak yang masih bingung apakah gaji bulan lalu sudah masuk atau belum.
Pemerintah daerah memuji perkembangan industri yang disebut-sebut sebagai bukti iklim investasi kondusif. Kondusif memang asal tak ditanya detail aspek lingkungan, upah, dan penyerapan tenaga kerja lokal yang seringkali hanya lewat nota dinas.
Baca Juga : Bupati Bilang Bantuan Cuma Sementara, Warga Garut: “Iya Pak, Hidup Kami Juga Sementara”
Menurut Bupati, perusahaan manufaktur Garut berkembang pesat sehingga perluasan kawasan pabrik menjadi keharusan. Tentu saja perluasan ini membutuhkan banyak tenaga kerja, sebuah narasi klasik yang selalu dijual menjelang pemilu dan akhir tahun anggaran.
“Insyaallah tahun depan ada pabrik baru lagi, nambah tiga ribu pekerja,” ucap Bupati dengan nada optimis yang biasanya hanya muncul saat investor datang membawa proposal, bukan ketika warga datang protes banjir akibat alih fungsi lahan.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










