[Locusonline.co] Jakarta – Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dibayangi eskalasi konflik geopolitik, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kabar optimistis. Pemerintah meyakini perekonomian nasional tetap kokoh dan bahkan menargetkan pertumbuhan yang menggembirakan pada awal tahun ini.
Bendahara negara itu mengungkapkan bahwa daya beli masyarakat selama bulan Ramadhan 1447 H terjaga dengan baik. Keyakinan ini mendorong proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 yang cukup ambisius di tengah kondisi global yang sedang bergejolak.
"Kalau angka terakhir sih, pertumbuhan ekonomi bisa 5,6–5,7 persen," ujar Purbaya kepada wartawan di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan, Jakarta, Sabtu (21/3/2026).
Gejolak Global Tak Terasa, Ini Rahasianya
Angka tersebut dinilai relatif tinggi mengingat tekanan ekonomi global yang sedang terjadi. Konflik tiga kutub yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel telah menciptakan ketidakpastian di pasar energi dan rantai pasok dunia.
Namun, Purbaya menegaskan bahwa dampak gejolak tersebut belum terasa pada perekonomian domestik. Menurutnya, hal ini bukan terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari langkah-langkah mitigasi yang diambil pemerintah secara cepat dan terukur.
"Dampak global ke sini masih belum terasa karena di-absorb oleh pemerintah. Jadi, kami menjaga betul supaya masyarakat bisa beraktivitas dengan normal dalam keadaan sekarang. Semaksimal mungkin ke depan akan dijaga seperti itu," jelasnya.
Jurus Jitu Pemerintah: Permintaan Domestik Jadi Tameng
Kunci utama ketahanan ekonomi Indonesia di tengah badai global, kata Purbaya, terletak pada kekuatan permintaan domestik. Pemerintah terus memastikan roda perekonomian di dalam negeri tetap berputar kencang, sehingga ketergantungan pada faktor eksternal dapat diminimalkan.