Kamis, 4 Juni 2026

“Republik dalam Republik”: Ketika Sebuah Kalimat Menhan Mengguncang Langit Morowali

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Kamis, 27 November 2025 | 09:55 WIB


[locusonline, JAKARTA] — Ada kalimat yang kalau diucapkan oleh komentator sepak bola mungkin hanya jadi bumbu hiburan, tapi ketika keluar dari Menteri Pertahanan, ia berubah menjadi sirene yang memantul dari kantor kementerian sampai ruang makan rakyat jelata:
“Republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik.”





Kalimat yang lebih cocok menjadi pembuka novel distopia itu meluncur seusai Menhan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau sebuah bandara di jantung industri Morowali. Hanya satu kalimat, namun cukup untuk membuat publik membayangkan segalanya mulai dari mini state ala film fiksi, hingga landasan rahasia tempat jet asing turun tanpa ketuk pintu.





Tentu saja, kita tidak sedang menghadapi negara baru dengan mata uang khusus dan lagu kebangsaan tersendiri. Tetapi, kalimat itu memang sengaja dilempar seperti pancingan: agar publik bertanya, apa sebenarnya yang begitu janggal hingga Menhan harus bicara seolah kedaulatan sedang dilelang?





Panggung Latihan Tempur dan Sebuah Kalimat yang Lebih Nyaring dari Rudal Simulasi





Morowali saat itu sedang jadi arena latihan Koopsudnas menghadapi ancaman black flight. Skenarionya menegangkan, pesawat asing gelap melanggar kedaulatan udara. Di tengah simulasi itu, Menhan melihat sesuatu yang ia sebut sebagai “anomali” — kata sopan untuk “hal yang tidak seharusnya ada, tapi entah bagaimana malah ada”.





Setelah itu keluarlah kalimat legendaris itu: “Republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik.”





Sebuah kalimat yang kalau diterjemahkan bebas bisa berarti: “Saya melihat sesuatu yang tidak saya sukai, dan kalau Anda tidak segera memperbaiki, saya akan menyampaikan ini langsung ke Presiden.”





Seketika publik berspekulasi: Apakah ada bandara nakal? Pengawasan yang bolong? Atau hanya regulasi yang kacau seperti biasa?


Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X