Momen klimaks adalah ketika Kepala Desa Barusari dipanggil ke panggung. Tiba-tiba, daerah yang selama ini sibuk dengan urusan jalan rusak dan irigasi mampet, berubah menjadi simbol kesadaran hukum tingkat desa.
Kamera menangkap wajah bangga, sementara warga di kampung mungkin masih bertanya-tanya. “Pak Kades dapet penghargaan apa? Terus manfaatnya kapan sampai ke sini?”
Dari barisan tamu, Kepala Kanwil Kemenkum Jabar Asep Sutandar menyampaikan apresiasi mendalam dan janji dukungan berkelanjutan. Ia optimistis prestasi ini bisa direplikasi desa lain di Jawa Barat. Janji yang terdengar mulia, meski desa-desa biasanya lebih membutuhkan anggaran operasional ketimbang motivasi spiritual.
Peacemaker Justice Award memang didesain untuk mendorong desa menciptakan stabilitas hukum. Namun, seperti biasa, panggung penghargaan sering terlihat jauh lebih stabil daripada realitas hukum yang ingin dibereskan. Desa Barusari pulang dengan piala, titel, dan foto bersama pejabat.
Yang belum pulang adalah PR besar memastikan keadilan di tingkat desa tak cuma bersinar saat lampu acara menyala.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










