Inovasi ini tidak hadir tiba-tiba. Ikeu mengaku percaya dirinya tumbuh setelah mengikuti pelatihan Sinau Hero yang membekalinya tentang pengelolaan sampah: dari edukasi, pemilahan, hingga cara mengolah sebelum dijual. Ia juga memperkuat kemampuan usaha melalui Komunitas Juwara Mitra Bukalapak, mempelajari pencatatan keuangan, pelayanan pelanggan, serta strategi pengembangan bisnis.
“Modal terbesar saya adalah kepercayaan. Kalau pelanggan merasa aman dan terbantu, mereka pasti kembali,” kata Ikeu.
Perubahan demi perubahan mulai terlihat. Sampah berkurang, ekonomi rumah tangga bergerak, dan warga kembali memiliki harapan untuk memajukan kampung bersama. Ide sederhana Ikeu bukan hanya membuka peluang usaha, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa perubahan besar sering lahir dari gerakan kecil.
Atas inovasinya, Ikeu meraih Juara 2 Pujaan Vol. 4 dan mendapatkan tambahan modal Rp15 juta pengakuan bahwa perempuan di desa dapat bangkit dan memimpin perubahan ketika mendapat ruang untuk berkembang.
“Kami ingin maju bersama. Usaha itu bukan hanya soal untung, tapi tentang tumbuh bareng-bareng,” ujarnya.
Dari rumah sederhananya di Garut, Ike terus melangkah. Ia membawa kampungnya menuju ekosistem yang lebih bersih, inklusif, dan penuh kesempatan membuktikan bahwa inovasi tidak menunggu modal besar, tetapi lahir dari keberanian menjawab kebutuhan sekitar.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










