Kemensos memberikan bantuan nutrisi, mengaktifkan PKH, mengusulkan Rumah Sejahtera Terpadu (RST) dan BLT, serta edukasi perawatan. KND menyerahkan kursi roda adaptif agar mobilitas Riyani tak lagi harus mengandalkan pangkuan orang tua.
Sebuah rangkaian bantuan yang amat baik untuk Riyani tapi sekaligus menelanjangi pertanyaan lama:
Berapa banyak Riyani lain yang belum viral sehingga negara belum datang?
Kepala Dinsos Garut menyampaikan apresiasi, berjanji memantau, dan memastikan keberlanjutan perawatan. Pernyataan rapi khas seremonial, dengan janji yang hanya bisa dibuktikan oleh waktu, bukan mikrofon.
BBPPKS Bandung menegaskan komitmen “tepat sasaran”. Tepat sasaran tentu bagus asal jangan menunggu sasaran itu muncul di linimasa.
Aksi kolaboratif hari itu berhasil menghadirkan bantuan nyata untuk Riyani. Namun di balik itu, cerita ini mengingatkan publik bahwa perhatian negara sering datang terlambat bukan karena tidak mampu, tapi karena terlalu sering menunggu berita buruk dulu sebelum bergerak.
Riyani beruntung karena akhirnya terlihat. Tugas negara adalah memastikan tidak ada anak lain yang harus menunggu sorotan sebelum ditolong.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










