Kamis, 4 Juni 2026

Dugaan Perilaku Tidak Pantas di Sekolah, Keluarga Pindahkan Anak Demi Perlindungan

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Senin, 23 Februari 2026 | 10:10 WIB


Pengakuan Mengejutkan: Keluarga Ungkap Kegalauan di Balik Dugaan Pelecehan Sesama Jenis pada Siswa





[Locusonline.co] BANDUNG – Sebuah kasus dugaan penyimpangan perilaku yang mengarah pada pelecehan seksual sesama jenis terhadap seorang siswa kini mencuat dan menyita perhatian publik. Bukan hanya karena peristiwa itu sendiri, tetapi juga karena dilema yang dialami oleh keluarga korban dalam menempuh jalur hukum.





Pihak keluarga, yang diwakili oleh Pak Undang, membuka suara mengenai kekhawatiran mendalam terhadap tindakan terduga pelaku. Dalam sebuah wawancara yang diunggah di kanal YouTube, ia mengungkapkan bahwa informasi awal justru datang dari pihak sekolah yang melihat adanya pola interaksi yang tidak lazim antara pelaku dan korban.





"Ada perilaku kayak istilah seorang laki-laki menyayangi perempuan, sering mengelus-elus tangannya. Kita sudah ngeri masalahnya ini kan laki-laki sama laki-laki," ujar Pak Undang dengan nada cemas.





Informasi tersebut memicu keresahan, terutama karena pelaku disebut kerap menunjukkan gestur kasih sayang yang berlebihan dan menyerupai pola relasi romantis heteroseksual. Kondisi ini membuat pihak keluarga berada dalam posisi yang sangat sulit.





Jebakan "Serba Salah": Antara Keresahan dan Minimnya Bukti Fisik





Meski desas-desus mengenai kedekatan kedua remaja ini telah menyebar di kalangan rekan dan saudara—termasuk kabar bahwa pelaku sering menjemput korban untuk menginap di kawasan Ciduga atau madrasah—keluarga mengaku tak kuasa untuk langsung bergerak secara hukum.





Pasalnya, hingga saat ini belum ada pengakuan langsung dari korban maupun alat bukti fisik yang kuat untuk mengonfirmasi dugaan adanya pelecehan seksual secara eksplisit. Tanpa bukti permulaan yang cukup, proses hukum menjadi jalan buntu.





"Ini yang membuat kami serba salah," keluhnya. Informasi sudah beredar, keresahan sudah memuncak, namun pintu pelaporan resmi terasa begitu sempit tanpa dukungan bukti formal.


Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X