Ia juga menantang UMKM Garut untuk tidak minder bersaing di kancah internasional. Menurutnya, produk lokal sebenarnya mampu unjuk gigi asal produsennya berani, percaya diri, dan tidak hilang sinyal di tengah perjalanan mengurus izin.
Di antara peserta, salah satu yang paling bersinar adalah Jang Ipan, pelaku usaha Cokusi Kameumeut. Ia menyebut pengalaman mengikuti kegiatan ini sebagai pencerahan digital. Menurutnya, AI memberi banyak peluang agar UMKM tak cuma bertahan, tapi juga tumbuh dan melesat meskipun kenyataannya, banyak UMKM masih menunggu giliran dilatih agar bisa membedakan AI generatif dengan AI yang cuma jadi nama paket internet.
Antusiasme acara terlihat. Setidaknya, semua peserta pulang dengan wawasan baru, satu tas seminar kit, dan janji optimisme dari pemerintah bahwa transformasi digital UMKM tinggal selangkah lagi. Meski entah kenapa, langkah itu selalu tampak seperti langkah yang sama yang diulang tiap tahun.
Jika AI bisa membantu UMKM berkembang cepat, pemerintah berharap para pelaku usaha bisa mengejar dunia digital. Sementara para pelaku usaha berharap pemerintah bisa mengejar kemampuan mereka memahami kenyataan di lapangan.
Garut terus bergerak. AI terus berkembang. UMKM terus berjuang. Dan pemerintah tetap rajin menggelar acara.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”









