Kamis, 4 Juni 2026

Abdusy Syakur Amin Lantik 65 Kepala Puskesmas di Garut, Fokus Gizi dan Pelayanan Primer

Photo Author
Makmur Suradi, Locusonline.co
- Sabtu, 31 Januari 2026 | 11:37 WIB


[Locusonline.co] Garut — Dalam upaya meningkatkan akuntabilitas dan akselerasi capaian kesehatan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Garut secara resmi melantik dan menetapkan 65 orang pejabat fungsional kesehatan sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Puskesmas (UPTD Puskesmas). Prosesi yang digelar di Aula Kantor DPPKBPPPA, Jumat (30/1), ini menegaskan komitmen untuk memperkuat layanan primer dengan sumber daya manusia yang tepat.





Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, dalam arahannya menekankan bahwa penetapan ini adalah langkah strategis untuk mencapai target indikator kesehatan, termasuk penanganan masalah gizi. "Kami memberikan penekanan pada daerah-daerah yang dianggap memiliki jumlah penduduk ekstrem yang banyak, baik jumlahnya atau proposinya. Sehingga diharapkan agar lebih tepat sasaran oleh masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.





Pembaruan dan Rotasi untuk Peningkatan Kinerja





Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Garut, Kristanti Wahyuni, menjelaskan bahwa proses penetapan ini berpedoman pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 19 Tahun 2024. Dari total 67 posisi Kapus, komposisi penetapan kali ini menunjukkan dinamika untuk mengoptimalkan kinerja:





Kategori PenugasanJumlah Pejabat
Tetap di jabatan lama25 orang
Mengalami rotasi30 orang
Mendapat promosi10 orang
Total yang dilantik65 orang
Posisi kosong2 orang




Pergantian ini, sebagaimana dijelaskan Kristanti, didasarkan pada penilaian kinerja dan kebutuhan organisasi. Ia juga menguraikan tugas berat yang menanti para Kapus baru, mulai dari penyusunan program, pengelolaan klaster, koordinasi jejaring pelayanan primer, hingga pengelolaan data dan informasi kesehatan.





Dua Fokus Utama: Disiplin ASN dan Pengendalian Penduduk





Dalam arahan tegasnya, Bupati Abdusy meminta para Kapus untuk segera "tancap gas", mengingat bulan Februari penuh dengan tenggat administrasi. Ia menekankan agar tidak ada jeda dalam pelayanan maupun pelaporan kepada masyarakat.





Di luar tugas medis konvensional, Bupati mengungkapkan rencana kerja sama strategis dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Tujuannya adalah mengendalikan laju pertumbuhan penduduk Garut yang dinilai lebih tinggi dibandingkan kabupaten lain di Jawa Barat.






"Jadi kita akan mencoba mengurangi itu dengan memperkuat melalui program Keluarga Berencana (KB)," tandas Bupati.


Halaman:

Editor: Makmur Suradi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X